Enter your keyword

Contribution card dosen adalah cermin dari aktivitas yang sudah kita lakukan

Contribution card dosen adalah cermin dari aktivitas yang sudah kita lakukan

Contribution card dosen adalah cermin dari aktivitas yang sudah kita lakukan

Surat dari Direktorat Sumber Daya Manusia merujuk pada Peraturan Rektor Nomor 1A Tahun 2026 tentang Sistem Manajemen Kinerja Dosen ITB. Di dalamnya ada daftar sasaran kinerja dan indikator yang menjadi isi Contribution Card.

Pada dasarnya, Contribution Card Dosen ini bukan beban tambahan baru. Ia hanya merangkum apa yang sudah kita lakukan setiap hari: mengajar, membimbing, meneliti, mengabdi, dan ikut membangun kampus. Pimpinan juga paham bahwa pekerjaan administratif sudah cukup banyak mengisi hari kerja dosen; karena itu, Contribution Card dirancang agar mengikuti alur data yang sudah ada, bukan menambah tumpukan formulir baru. Surat DSDM 2 Juni 2026 yang menjelaskan sumber data Contribution Card sebenarnya ingin memastikan semua itu tercatat otomatis di sistem, sehingga dosen bisa mengisinya dengan lebih tenang dan lebih seamless.

Isinya dibagi ke lima area besar: pendidikan, penelitian, pengabdian masyarakat, inovasi, dan pengembangan institusi. Di setiap area, sudah dijelaskan jenis indikator, cara menghitung, sumber data, dan periode waktunya. Hampir semua data diambil dari sistem yang sudah kita pakai sehari-hari: SIX, MyPPM, HRIS, dan E Office.

Dengan kata lain, di tengah banyaknya laporan dan isian yang sudah kita hadapi, Contribution Card ini berusaha memanfaatkan jejak data yang sudah ada. Selama aktivitas kita tercatat di sistem, Contribution Card akan terasa seperti “merapikan catatan” saja, bukan menambah pekerjaan baru.

Aktivitas pendidikan tercatat otomatis melalui sistem akademik

Untuk pendidikan, ada dua hal penting yang menjadi indikator wajib.

Pertama, pelaksanaan perkuliahan yang baik. Penilai utamanya adalah mahasiswa melalui SIX, dikombinasikan dengan penilaian dari ketua program studi. Periode yang dipakai adalah Semester Ganjil 2025/2026. Ini mengingatkan kita bahwa kualitas mengajar tidak lagi hanya cerita di laporan, tetapi muncul langsung dari pengalaman mahasiswa dan pantauan prodi.

Kedua, pembimbingan tugas akhir, tesis, dan disertasi. Pembimbingan S2 dan S3 diberi bobot lebih besar, sementara pembimbingan S1 tetap diakui tetapi dibatasi jumlahnya untuk dosen dengan jabatan tertentu. Semua data diambil dari SIX untuk dua semester terakhir.

Jika kita sudah rutin mengisi dan memperbarui data di SIX, maka dua indikator ini akan terisi hampir tanpa perlu kerja tambahan.

Aktivitas penelitian tercermin dari publikasi dan sitasi yang sudah berjalan

Di bagian penelitian, dua indikator utama yang diwajibkan adalah jumlah publikasi dan sitasi.

Publikasi yang dihitung terutama adalah jurnal kategori Q1 dan Q2, dengan pembedaan nilai untuk penulis utama dan penulis pendamping. Publikasi lain di luar Q1 dan Q2 juga tetap dihitung dalam indikator pilihan. Data diambil dari MyPPM, sehingga kuncinya adalah memastikan semua publikasi masuk ke MyPPM dengan benar dan lengkap.

Sitasi yang dihitung adalah penambahan sitasi untuk publikasi lima tahun terakhir dalam periode waktu tertentu. Lagi-lagi, data diambil dari MyPPM. Kita memang tidak bisa mengatur sitasi secara instan, tetapi sistem ini membantu kita melihat tren dampak riset secara lebih jujur.

Jika selama ini kita sudah disiplin mengunggah publikasi ke MyPPM dan memperbarui profil, maka indikator penelitian di Contribution Card akan mengikuti dengan sendirinya.

Pengabdian masyarakat dan peran pakar diakui sebagai bagian dari kinerja

Bagian pengabdian masyarakat menilai kegiatan yang berdampak nyata, termasuk yang dilakukan di wilayah 3T dan non 3T. Satu kegiatan di wilayah 3T mendapat nilai lebih tinggi, tetapi kegiatan di luar 3T juga tetap dihargai. Data diambil dari MyPPM, sehingga setiap pengabdian yang kita lakukan perlu dicatat di sana.

Keterlibatan sebagai pakar di industri, lembaga pendidikan, pemerintah, atau masyarakat juga diakui. Bukti formalnya berupa undangan, surat tugas, atau kontrak yang tercatat di HRIS. Ini membuat peran kita sebagai narasumber atau konsultan tidak lagi “menghilang” begitu saja, tetapi tercatat sebagai bagian dari kinerja.

Dengan kata lain, aktivitas pengabdian yang selama ini sering dianggap “kerja samping” kini masuk ke dalam catatan resmi tanpa perlu formulir terpisah yang rumit.

Inovasi pengajaran dan ekosistem riset diatur agar menyatu dengan kerja harian

Inovasi dalam pengajaran, seperti penggunaan metode kasus atau proyek berbasis tim, dinilai berdasarkan jumlah mata kuliah yang menerapkannya. Data diambil dari SIX. Selama kita menandai metode pembelajaran ini di sistem akademik, kontribusinya akan tercatat otomatis.

Untuk penelitian, ada indikator pilihan yang menilai publikasi di luar Q1 dan Q2, perolehan hibah penelitian, keterlibatan dalam riset berskala internasional, dan pembinaan riset bagi dosen muda. Semua data tersebut ditarik dari MyPPM dalam periode tertentu. Kuncinya adalah kebiasaan sederhana: setiap riset, hibah, dan kolaborasi dicatat di MyPPM saat berjalan, bukan menunggu hingga akhir.

Inovasi, paten, dan kerja kelembagaan ikut masuk ke kontribusi dosen

Surat ini juga memasukkan inovasi dan kewirausahaan sebagai bagian dari kinerja, melalui paten dan bentuk hak kekayaan intelektual lain. Paten yang sudah dikabulkan dan HKI lain diberi nilai berbeda, tetapi semuanya tercatat melalui MyPPM.

Di sisi lain, keterlibatan kita dalam tim dan kepanitiaan yang menunjang reputasi institusi, baik akademik maupun non akademik, ditarik dari SK yang tersimpan di E Office. Selama SK terbit dan terdokumentasi, Contribution Card akan mengenali peran tersebut.

Dengan demikian, kerja kelembagaan tidak lagi sekadar tugas moral, tetapi juga tercermin dalam catatan kinerja yang resmi.

Menjadikan contribution card sebagai bagian dari alur kerja yang mengalir

Jika melihat seluruh isi surat, satu pesan yang menonjol adalah ini: Contribution Card ingin menjadi cermin dari apa yang sudah kita lakukan, bukan daftar tugas tambahan yang terpisah dari realitas harian. Pimpinan menyadari bahwa formulir dan laporan administratif sudah banyak; karena itu harapannya Contribution Card bisa mengikuti alur sistem yang ada, sehingga dosen tidak perlu “hidup kedua kali” di atas tumpukan dokumen.

Agar terasa sederhana dan seamless, beberapa langkah praktis bisa dilakukan: menjadikan pengisian dan pembaruan data di SIX, MyPPM, HRIS, dan E Office sebagai kebiasaan rutin; menggunakan 13 indikator dalam surat ini sebagai panduan menyusun rencana kerja satu tahun; dan saling berbagi cara praktis antar kolega.

Contribution Card akan terasa jauh lebih ringan jika kita memaknainya sebagai rangkuman tenang dari kerja yang sudah kita jalani bersama, bukan sebagai ujian tambahan yang datang tiba-tiba.

1586_Penyampaian Informasi Sumber Data Contribution Card Dosen (1)

No Comments

Post a Comment

Your email address will not be published.

EnglishIndonesia