Kuliah Tamu FITB di Universitas Hasanuddin: Berbagi Perspektif Riset Kebumian dan Lingkungan
Oleh : Wakil Dekan Akademik : Dr. Rusmawan Suwarman
Makassar — Universitas Hasanuddin menyelenggarakan kegiatan kuliah tamu di Aula LPPM Universitas Hasanuddin (UNHAS), Makassar, pada Rabu, 25 Februari 2026. Kegiatan ini menghadirkan empat dosen dari FITB ITB yang berbagi perspektif keilmuan dan pengalaman riset kepada sivitas akademika Universitas Hasanuddin.
Kuliah tamu ini merupakan bagian dari upaya memperkuat jejaring akademik antara FITB ITB dan Universitas Hasanuddin. Melalui forum ini, kedua institusi dapat saling bertukar gagasan serta memperluas peluang kolaborasi di bidang ilmu kebumian, lingkungan, dan teknologi pengamatan bumi.
Dr. Rusmawan Suwarman, S.Si., M.T. membuka sesi dengan menyampaikan materi berjudul Topografi sebagai Pengontrol Iklim: Pendekatan Observasi dan Pemodelan Atmosfer. Dalam paparannya dijelaskan bahwa kondisi topografi memiliki peran penting dalam membentuk pola iklim lokal dan regional. Pendekatan observasi lapangan yang dipadukan dengan pemodelan atmosfer menjadi kunci untuk memahami dinamika tersebut secara lebih komprehensif.
Pembicara berikutnya, Dr. Andri Hernandi, S.T., M.T., membahas topik Transformasi Digital Kadaster: Membangun Roadmap Menuju Sistem Kadaster Modern 2034 dan Tantangan Implementasinya. Ia menjelaskan pentingnya transformasi digital dalam sistem kadaster untuk meningkatkan akurasi data pertanahan serta mendukung tata kelola ruang yang lebih transparan dan efisien. Dalam sesi ini juga dibahas berbagai tantangan implementasi yang berkaitan dengan infrastruktur data, regulasi, dan kesiapan institusi.
Sesi ketiga disampaikan oleh Dr. Eng. Very Susanto, S.T., M.T. dengan topik Role of Geochemistry on Health and Environment. Paparan ini menyoroti bagaimana pendekatan geokimia dapat digunakan untuk memahami interaksi unsur kimia di lingkungan serta dampaknya terhadap kesehatan manusia. Berbagai contoh kasus menunjukkan pentingnya integrasi kajian geokimia dalam pengelolaan lingkungan dan mitigasi risiko kesehatan.
Selanjutnya, Dr. Eng. Aditya Rakhmat Kartadikara, S.Si., M.Eng. mempresentasikan materi mengenai Spatial Distribution of Carbon Dioxide Fluxes using Biogeochemical Model. Penelitian ini membahas pemodelan biogeokimia untuk memahami distribusi spasial emisi karbon dioksida di lingkungan. Pendekatan tersebut menjadi penting dalam mendukung kajian perubahan iklim serta perumusan kebijakan pengelolaan karbon.
Kegiatan ini dihadiri oleh dosen, peneliti, dan mahasiswa dari Universitas Hasanuddin yang menunjukkan antusiasme tinggi selama sesi diskusi. Berbagai pertanyaan muncul terkait metode penelitian, pengembangan teknologi pemodelan, serta peluang kolaborasi riset di masa mendatang. Melalui kegiatan ini, diharapkan terbangun pertukaran pengetahuan yang lebih intensif antara kedua institusi. Selain itu, kegiatan kuliah tamu ini juga membuka peluang pengembangan kerja sama penelitian di bidang kebumian dan lingkungan yang relevan dengan berbagai tantangan pembangunan berkelanjutan di Indonesia.