Enter your keyword

Panduan Penggunaan Kecerdasan Buatan (Artificial Intelligence) untuk kegiatan Akademik di FITB

Panduan Penggunaan Kecerdasan Buatan (Artificial Intelligence) untuk kegiatan Akademik di FITB

Panduan Penggunaan Kecerdasan Buatan (Artificial Intelligence) untuk kegiatan Akademik di FITB


Panduan Penggunaan Kecerdasan Buatan (Artificial Intelligenceuntuk kegiatan Akademik di FITB 

Oleh: Rusmawan Suwarman (WDA-FITB)

Perkembangan Generatif Kecerdasan Buatan (Artificial Intelligence-GenAI), seperti Copilot, ChatGPT, Perplexity, dan lain-lain, membuka peluang yang potensial untuk membantu proses belajar-mengajar. AI dapat membantu dalam brainstorming ide, mengkoreksi grammar, sampai memahami konsep yang kompleks. Namun, AI juga membawa risiko, mulai dari “halusinasi pemahaman”, bias, potensi pelanggaran hak cipta, kebocoran data, sampai masalah integritas akademik.ITB telah mengeluarkan dokumen Kebijakan dan Panduan AI untuk Kegiatan Akademik ITB (2004) sebagai payung bersama dalam pemanfaatan AI di kegiatan akademik.FITB mengikuti kebijakan tersebut dengan menekankan bahwa AI adalah alat bantu, sementara kualitas akademik tetap ditentukan oleh manusia. Manusia dalam hal ini adalah mahasiswa sebagai pembelajar, dan dosen sebagai perancang pembelajaran yang juga bertanggung jawab dalam menjamin mutu akademik.Berikut ini adalah hal-hal ringkasan operasional dari dokumen tersebut, agar mahasiswa dan dosen punya persepsi yang sama, tetapi tetap memberi ruang bagi setiap mata kuliah untuk menetapkan aturan lebih rinci sesuai Capaian Pembelajaran Mata Kuliah (CPMK):

1. Prinsip dasar: AI adalah bagian dari alat bantu yang tidak menggantikan proses belajar, artinya: 

  • AI boleh dipakai untuk proses belajar 
  • Namun, pemahaman, argumentasi, analisa, dan keputusan-keputusan akademik tetap tanggung jawab manusia.

2. Pesan utama untuk mahasiswa FITB, dijabarkan dalam “boleh-tidak boleh”: 

  • Boleh: mahasiswa menggunakan AI sebagai alat bantu, seperti: 
  • Brainstorming topik ataupun ide 
  • Menyusun outline atau kerangka awal 
  • Merapikan bahasa (grammar/clarity) 
  • Membantu memahami konsep 

Catatan besar yaitu: semua output AI harus diverifikasi dan divalidasi dari sumber utama yang kredibel (misalnya jurnal, buku, data resmi, dll). Hal ini merupakan tanggung jawab manusia. 

  • Tidak Boleh: Beberapa larangan yang perlu dipahami sejak awal dalam penggunaan AI 
  • AI digunakan saat ujian, kuis, ataupun bentuk evaluasi lainnya: Secara default, menggunakan AI saat evaluasi adalah kecurangan akademik dan dapat dikenai sanksi. 
  • Menyerahkan hasil akhir full dari AI: Mahasiswa tidak boleh menyerahkan karya sepenuhnya dari hasil AI sebagai tugas akademik tanpa kontribusi original. Termasuk didalamnya, membuat gambar-gambar, menyusun argumen, analisis, ataupun sintesa, yang seharunya adalah buah pemikiran sendiri. 
  • Data sensitif, privasi, dan deepfake: Mahasiswa dilarang memasukan data pribadi, sensitive, dan rahasia ke dalam GenAI. Mahasiswa juga dilarang menggunakan deepfake untuk disinformasi atau manipulasi. 

Pengecualian:

Jika dosen mengizinkan atau menyarankanBeberapa mata kuliah mungkin mengizinkan, bahkan menganjurkan, penggunaan AI pada bagian tertentu (misalnya untuk melatih prompt, eksplorasi metode, membantu membuat script code pemograman, dll).

1. Deklarasi penggunaan AI adalah wajib, bukan opsional. Salah satu poin paling operasional dalam pedomen ITB adalah kewajiban deklarasi penggunaan AI untuk luaran perkuliahan (misalnya tugas, laporan praktikum, KP, TA, tesis, disertasi). Deklarasi ini berupa format ringkas yang isinya informasi tool GenAI apa yang digunakan, untuk apa AI digunakan, bagian mana yang dibantu AI, prompt kunci (singkat), Output AI yang dipakai (singkat), dan cara verifikasi (sumber untuk verifikasinya). Menggunakan AI tetapi tidak mendeklarasikan pemakaiannya, dapat dianggap pelanggaran serius, dengan konsekuensi akademik. 

2. Catatan untuk dosen FITB. Kebijakan ITB memberi ruang bahwa setiap mata kuliah dapat memiliki aturan yang berbeda, namun dosen perlu 

  • Menetapkan kebijakan penggunaan AI untuk mata kuliahnya dan mengkomunikasikan sejak awal perkuliahan. 
  • Bila penggunaan AI diizinkan, mak perlu ditekankan bahwa izin harus jelas dan eksplisit dari dosen, disertai batasan dan transparansi. 
  • Ikut serta dalam menjaga etika, hak cipta, dan data-data yang bersifat sensitif, privasi, dan menghindari deepfake. 
  • Ikut serta dalam memastikan integritas akademik tetap terjaga. 

FITB mendorong pemanfaatan AI secara cerdas dan bijak, yang artinya: tidak hanya mengambil manfaatnya, tetapi juga mengendalikan risikonya. Dengan aturan yang jelas di awal perkuliahan, mahasiswa dapat belajar lebih efektif tanpa mengorbankan integritas akademik. Dosen tetap memiliki ruang untuk merancang pembelajaran yang relevan dengan perkembangan zaman. Prinsipnya: kalau ragu, kembali pada panduan, tanyakan pada dosen untuk dikonsultasikan. 

Tautan rujukan:
1. Panduan dan Kebijakan ITB tentang AI: https://edunex.itb.ac.id/courses/77122/preview/357019/139482  .  

Hits: 23

No Comments

Post a Comment

Your email address will not be published.

EnglishIndonesia