Narasi Kegiatan ITB dalam Pemulihan Pasca Bencana Sumatera November 2025
Narasi Kegiatan ITB dalam Pemulihan Pasca Bencana Sumatera November 2025
Oleh: Dasapta Erwin Irawan (WDS FITB)
Latar Belakang Bencana
Institut Teknologi Bandung (ITB) kembali menunjukkan komitmennya dalam pengabdian kepada masyarakat melalui acara Workshop dan Galeri Abhinaya yang diselenggarakan sebagai bagian dari upaya pemulihan pasca bencana Sumatera pada November 2025. Kegiatan ini tidak hanya berfokus pada aspek teknis pemulihan infrastruktur, tetapi juga pada dimensi sosial dan budaya untuk membangun kembali semangat masyarakat yang terdampak. Beberapa sambutan oleh (sesuai urutan acara): Bapak Direktur Pengabdian Kepada Masyarakat dan Layanan Kepakaran (DPMK) ITB, Bapak Rektor ITB, Bapak Mendiktisaintek, dan Bapak Deputi Bidang Sistem dan Strategi (Dr. Raditya Jati). Foto-foto dari dokumentasi staf DPMK (Ferdiyansyah)
Workshop Pemulihan Pasca Bencana
Bencana geologi yang melanda wilayah Sumatera pada November 2025 telah menimbulkan dampak signifikan terhadap kehidupan masyarakat, infrastruktur, dan lingkungan. Sebagai institusi pendidikan tinggi terkemuka dengan keahlian dalam bidang kebumian dan kebencanaan, ITB merespons dengan cepat melalui program pemulihan yang komprehensif.

Program ini menegaskan peran strategis perguruan tinggi dalam konteks kebencanaan di Indonesia, tidak hanya sebagai pusat riset dan pendidikan, tetapi juga sebagai agen transformasi sosial yang aktif terlibat dalam pemulihan dan pembangunan ketahanan masyarakat.
- Mendokumentasikan pembelajaran untuk pengembangan kebijakan mitigasi bencana nasional.
- Menciptakan model pemulihan pasca bencana yang integratif dan berkelanjutan.
- Membangun jaringan kolaborasi antara akademisi, pemerintah, dan masyarakat.
- Meningkatkan kapasitas lokal dalam menghadapi bencana geologi di masa depan.
Berikut adalah beberapa berita tentang kontribusi ITB dan berbagai pihak dalam kegiatan penanganan pasca bencana Sumatera November 2025.
Kolaborasi ITB dengan Alumni dan Rumah Amal Salman
ITB bersama Ikatan Alumni ITB dan Rumah Amal Salman menyalurkan bantuan ke Aceh, Sumatra Utara, dan Sumatra Barat. Tim koordinasi DPMK ITB mengerahkan alat filter air, 47 unit IGW Membran Ultrafiltrasi buatan dosen ITB I Gde Wenten, dan perangkat komunikasi darurat Starlink.

Konsorsium Perguruan Tinggi untuk Rehabilitasi dan Rekonstruksi
Rektor ITB dan USU membentuk Konsorsium Perguruan Tinggi yang melibatkan 10 universitas: ITB, USU, Unsyiah, Unimal, Unsam, Unand, UNP, UI, IPB, UGM, dan Unair. Konsorsium memanfaatkan keunggulan riset dan keahlian multidisiplin untuk rehabilitasi dan rekonstruksi berkelanjutan.
Kolaborasi ITB dengan PT di Sumatra Barat
ITB berkolaborasi dengan UI, UNP, Unand, dan UIN Imam Bonjol Padang dalam Program Tanggap Darurat Bencana (17-20 Desember 2025). Tim memberikan bantuan logistik, layanan kesehatan gratis, trauma healing, dan edukasi darurat di Kecamatan Bayang Utara (Pesisir Selatan) dan Kecamatan Palembayan (Agam).
Koordinasi dengan BNPB dan TNI AU
Rektor ITB melaporkan bantuan kepada Kepala BNPB Letjen TNI Suharyanto di Aceh (26 Desember 2025). Kolaborasi melibatkan TNI Angkatan Udara untuk distribusi perangkat ultrafiltrasi dan IPA mini ke lokasi terdampak melalui pesawat Hercules dari Lanud Halim Perdanakusumah. Pemangku kepentingan utama: ITB (koordinator), alumni ITB, Rumah Amal Salman, konsorsium 10 perguruan tinggi, BNPB, TNI AU, Kementerian Diktisaintek, pemerintah daerah Aceh-Sumut-Sumbar, dan mitra industri (PT Horizon Teknologi).

Melalui workshop dan galeri Abhinaya ini, ITB berkontribusi dalam:
Dampak dan Keberlanjutan
Kegiatan ini melibatkan kolaborasi lintas berbagai unit kerja di ITB dengan pendekatan multi-disiplin. Pendekatan ini memastikan bahwa pemulihan tidak hanya bersifat teknis, tetapi juga memperhatikan aspek humanis dan keberlanjutan jangka panjang. Gambar di bawah ini adalah dashboard penanganan bencana Sumatera 2025 yang disusun oleh BNPB.

Kolaborasi Multi-Disiplin
- Mendokumentasikan narasi bencana dan pemulihan melalui medium visual dan performatif.
- Membangun solidaritas dan kohesi sosial melalui kegiatan seni bersama.
- Memperkuat identitas budaya lokal sebagai bagian dari proses healing kolektif.
- Memberikan ruang ekspresi bagi korban bencana untuk mengungkapkan pengalaman dan emosi mereka.
Kolaborasi tersebut dikemas dalam acara Galeri Abhinaya yang menjadi medium untuk:
- Aspek psikososial pemulihan – Pendekatan holistik dalam membangun kembali mental dan sosial masyarakat terdampak.
- Pemberdayaan masyarakat – Pelatihan kesiapsiagaan dan respons cepat bagi komunitas lokal.
- Rekonstruksi infrastruktur yang tahan bencana – Sharing pengetahuan tentang desain dan konstruksi bangunan yang lebih resilient.
- Penilaian risiko bencana geologi – Analisis mendalam tentang karakteristik geohazards di wilayah Sumatera dan strategi mitigasi ke depan.
Hits: 13

No Comments