FITB DALAM VISI QS 150
FITB dalam Visi ITB MENUJU QS 150 DUNIA
OLEH: DEKANAT FITB
Dokumen amanat MWA dan paparan Rektor menunjukkan bahwa perjalanan menuju QS 150 memerlukan perubahan dari pola yang sudah berjalan selama ini, terutama karena jumlah kutipan per dosen dan proporsi mahasiswa internasional ITB masih perlu ditingkatkan bila dibandingkan dengan universitas acuan seperti Universiti Malaya, UPM, dan IIT Bombay. FITB memiliki potensi untuk berkontribusi melalui riset geologi, geofisika, kebencanaan, air, dan sumber daya alam yang sangat relevan dengan kebutuhan nasional dan global, sehingga dapat membantu meningkatkan publikasi Q1/Q2 dan jejaring riset internasional.
Tantangan yang Perlu Diperhatikan FITB
Data pembanding menunjukkan tiga area yang perlu ditingkatkan ITB: jumlah mahasiswa doktoral, mahasiswa internasional, dan kutipan per dosen yang masih di bawah universitas rujukan kawasan. Di sisi lain, analisis indeks-H memperlihatkan bahwa ITB memiliki ratusan dosen dengan rekam jejak riset yang baik dan berpotensi menjadi pembimbing doktor serta pemimpin kelompok riset, termasuk di FITB.
Strategi Riset dan Pascasarjana di FITB
Rencana strategis ITB 2025–2030 menempatkan penguatan riset pascasarjana sebagai prioritas, dengan target 2.000 publikasi Q1/Q2 per tahun, 500 paten kumulatif, 1.000 asisten riset pascasarjana, dan 200 peneliti pascadoktoral. FITB dapat menerjemahkan ini dengan membangun kelompok riset tematik (misalnya kebencanaan geologi, hidrogeologi, sumber daya kebumian, dan keanekaragaman hayati pesisir) yang terhubung dengan program magister dan doktor berbasis artikel, sehingga setiap mahasiswa pascasarjana dapat menghasilkan beberapa makalah internasional bereputasi sebagai bagian dari tesis atau disertasinya.
Peran Kelompok Keahlian sebagai Penggerak Utama
Paparan Rektor menekankan transformasi Kelompok Keahlian (KK) menjadi unit utama penggerak riset, bukan sekadar struktur administratif. Di FITB, setiap KK diharapkan dapat menyusun peta jalan riset jangka 5–10 tahun, merekrut asisten riset doktoral melalui skema P2MI dan LPDP, serta menargetkan rata-rata 1,5 artikel Q1–Q2 per dosen per tahun pada 2030 yang dihitung secara kolektif per KK.
Peningkatan Jejaring Internasional: Mahasiswa Asing dan Kolaborasi Global
Tolok ukur QS menunjukkan bahwa universitas yang sudah keluar dari peringkat menengah memiliki proporsi mahasiswa internasional dan jejaring riset global yang lebih tinggi dibanding ITB. Karena itu, strategi institusi mencakup 1.000 mahasiswa asing, sedikitnya 25 program gelar ganda atau gelar bersama, serta beberapa konsorsium riset global—dan FITB dapat berkontribusi lewat program kebumian yang relevan secara global seperti perubahan iklim, bahaya geologi, dan transisi energi.
Pendanaan: Dari APBN-Sentris ke Ekosistem yang Lebih Beragam
Grafik sumber pendapatan PTN-BH 2024 dalam dokumen menunjukkan bahwa pendapatan ITB masih sangat bergantung pada APBN dan UKT, berbeda dengan model perguruan tinggi riset seperti IIT yang lebih banyak mengandalkan riset terdanai dan kerja sama industri. Strategi 2030 mendorong peningkatan anggaran dari Rp 2,7 triliun menjadi Rp 5,2 triliun melalui penguatan kerja sama riset dan inovasi bernilai hingga Rp 1 triliun, serta pengembangan Taman Sains dan Teknologi dengan setidaknya 20 mitra industri—sebuah peluang bagi FITB untuk mengembangkan proyek kebumian terapan bersama mitra nasional dan global.
FITB sebagai Bagian dari Transformasi ITB
Dokumen ITB 2030 menggambarkan tiga tujuan strategis: pendidikan berkualitas tinggi, riset dan inovasi yang unggul dan berdampak, serta kepeloporan dalam penyelesaian masalah strategis bangsa. Sebagai fakultas yang bekerja langsung dengan isu kebencanaan, air, sumber daya mineral, dan keberlanjutan lingkungan, FITB memiliki kesempatan untuk berkontribusi mewujudkan ketiga tujuan tersebut sekaligus membantu meningkatkan reputasi ITB di panggung internasional menuju QS Top 150.
Referensi
Visi ITB - Arahan Rektor - Menuju ITB 2030 - Top 150 DuniaHits: 9
No Comments