Enter your keyword

Kunjungan Prodi Teknik Geologi Universitas Hasanudin Hasanuddin Makassar ke Prodi Teknik Geologi ITB.

Kunjungan Prodi Teknik Geologi Universitas Hasanudin Hasanuddin Makassar ke Prodi Teknik Geologi ITB.

Kunjungan Prodi Teknik Geologi Universitas Hasanudin Hasanuddin Makassar ke Prodi Teknik Geologi ITB.

FITB-ITB Menyambut Unhas dalam Era PTN-BH Membangun Sinergi Pendidikan dan Menggali Potensi Pendanaan Mandiri

Oleh: Dasapta Erwin Irawan

Pada Kamis, 04 Desember 2025, Program Studi Teknik Geologi FITB-ITB menerima kunjungan dari Program Studi Teknik Geologi Universitas Hasanuddin (Unhas), langkah awal kolaborasi strategis di era Perguruan Tinggi Negeri Badan Hukum (PTN-BH).

Latar Belakang: Menjelajahi Era Baru Pendidikan Tinggi

FITB-ITB, sebagai pionir dalam penerapan status PTN-BH, telah merasakan langsung bagaimana otonomi memberikan fleksibilitas dalam pengelolaan dan pengembangan institusi. Sementara itu, Unhas, yang resmi menyandang status PTN-BH sejak 16 Januari 2017, kini memulai perjalanan serupa, membuka pintu bagi inovasi dan kemandirian.

Tujuan Kunjungan: Sinergi untuk Kemajuan Bersama

Kunjungan ini dihadiri oleh:

  • Dr. Dasapta Erwin Irawan, S.T., M.T. – Wakil Dekan Bidang Sumber Daya FITB
  • Perwakilan ITB yang Menerima Delegasi Unhas:
    • Dr.Eng. Imam Sadisun, S.T., M.T.
    • Reynaldy Fifariz, S.T., M.T., Ph.D.
    • Indra Gunawan, S.T., M.Sc., Ph.D.
    • Prof. Aswan
  • Tim pengajar dari Program Studi Teknik Geologi Unhas

Diskusi ini bertujuan untuk:

  1. Berbagi Pengalaman: FITB berbagi pengalaman dalam mengelola status PTN-BH, termasuk tantangan dan peluang yang muncul.
  2. Membangun Jaringan: Menciptakan jejaring kolaboratif yang lebih kuat antara kedua institusi, membuka pintu bagi penelitian bersama dan pertukaran pengetahuan.
  3. Menggali Potensi Pendanaan Mandiri: Membahas strategi untuk meningkatkan pendanaan non-pemerintah, seperti melalui kerja sama industri, hibah penelitian, dan pengembangan aset.

Pendanaan Non-Pemerintah: Kunci Kemandirian PTN-BH dan Tantangan Regulasi

Salah satu aspek krusial dalam status PTN-BH adalah kemampuan untuk meningkatkan pendanaan non-pemerintah. Hal ini dapat dicapai melalui berbagai cara, di antaranya:

  • Kemitraan Industri: Menjalin kerja sama dengan perusahaan dan industri terkait untuk proyek penelitian dan pengembangan.
  • Hibah Penelitian: Mengajukan proposal penelitian yang kompetitif untuk mendapatkan hibah dari lembaga nasional maupun internasional.
  • Pengembangan Aset: Mengoptimalkan pemanfaatan aset yang dimiliki, seperti gedung, lahan, dan fasilitas lainnya, untuk menghasilkan pendapatan.
  • Program Alumni: Membangun hubungan yang kuat dengan alumni untuk mendapatkan dukungan finansial dan jaringan.

Namun, pada tataran teknis, seringkali kerja sama dengan pihak eksternal tidak dapat berkembang atau bahkan tidak dapat dilaksanakan karena adanya regulasi PTN-BH yang kompleks. Hal ini mencakup:

  • Prosedur Administrasi: Proses administrasi yang rumit dan memakan waktu dalam menyusun perjanjian kerja sama.
  • Perizinan: Kebutuhan akan perizinan khusus yang seringkali menghambat pelaksanaan kegiatan.
  • Pengelolaan Keuangan: Ketentuan pengelolaan keuangan yang ketat, yang membatasi fleksibilitas dalam penggunaan dana.

Oleh karena itu, dalam upaya membangun kerja sama yang berkelanjutan, diskusi ini juga akan menyoroti beberapa poin penting:

  • Fokus pada Kerja Sama “Aman”: Memprioritaskan bentuk kerja sama yang lebih “aman” dan mudah dilaksanakan, seperti kerja sama Swakelola. Swakelola memungkinkan institusi untuk mengelola proyek secara langsung, mengurangi kompleksitas administrasi dan risiko yang terkait dengan pihak ketiga.
  • Mitigasi Konflik Kepentingan: Mengurangi, jika tidak menghilangkan, potensi konflik kepentingan dalam setiap kerja sama. Hal ini penting untuk menjaga integritas institusi dan memastikan bahwa semua keputusan diambil berdasarkan kepentingan terbaik universitas.

Harapan ke Depan: Menuju Pendidikan Tinggi yang Berkelanjutan

Dengan kolaborasi ini, diharapkan kedua institusi dapat saling mendukung dalam meningkatkan kualitas pendidikan dan penelitian. Sinergi ini tidak hanya akan memperkuat jejaring antar institusi, tetapi juga membuka peluang untuk meraih kemandirian finansial dan berkontribusi lebih besar bagi kemajuan bangsa.

***
Website: fitb.itb.ac.id
Foto oleh Rudi
Staf Sistem Informasi

Hits: 4

No Comments

Post a Comment

Your email address will not be published.

EnglishIndonesia