Enter your keyword

ITB Membangun Sistem Pengelolaan Air Minum Desa di Tumpangkrasak Kudus untuk Akses Air Bersih Masyarakat

ITB Membangun Sistem Pengelolaan Air Minum Desa di Tumpangkrasak Kudus untuk Akses Air Bersih Masyarakat

ITB Membangun Sistem Pengelolaan Air Minum Desa di Tumpangkrasak Kudus untuk Akses Air Bersih Masyarakat

ITB Membangun Sistem Pengelolaan Air Minum Desa di Tumpangkrasak Kudus untuk Akses Air Bersih Masyarakat

Oleh: Arif Susanto (KK Geologi Terapan, FITB)

Institut Teknologi Bandung (ITB) melalui Fakultas Ilmu dan Teknologi Kebumian (FITB) kembali menunjukkan komitmennya dalam program pengabdian masyarakat dengan membantu pembangunan Pengelolaan Air Minum Desa (PAMDES) di Desa Tumpangkrasak, Kabupaten Kudus. Inisiatif ini merupakan kelanjutan dari program pengeboran sumur dalam yang telah dilaksanakan pada tahun 2024, dan sejalan dengan Sustainable Development Goals (SDGs) No. 6 tentang Air Bersih dan Sanitasi Layak.

 

Kolaborasi Multi-Pihak untuk Akses Air Bersih

Program ini dipimpin oleh Arif Susanto, dosen dari Kelompok Keahlian Geologi Terapan FITB ITB, yang menjelaskan bahwa pembangunan PAMDES merupakan hasil sinergi yang solid antara ITB, Persadaku (Perkumpulan Alumni SMP 2 Kudus), Gaikoku (Guyub Alumni ITB Soko Kudus), dan Pemerintah Desa Tumpangkrasak. Kegiatan diawali dengan sosialisasi yang melibatkan tokoh-tokoh kunci desa, termasuk Kepala Desa, Ketua BPD, Ketua BUMDES, serta para Ketua RW dan RT.

 

Infrastruktur yang Terukur dan Berkelanjutan

Pemerintah Desa Tumpangkrasak mengalokasikan Dana Desa untuk membangun menara air dengan konstruksi beton bertinggi 10,62 meter dan kapasitas bak penampungan mencapai 15,625 m³. Sementara itu, ITB berkontribusi pada tahun 2025 dengan membangun sistem distribusi air menggunakan pipa HDPE dengan diameter bervariasi (3″, 1,5″, dan 1″) sepanjang 850 meter yang mengelilingi wilayah RW 4.

Sistem distribusi ini dirancang dengan cermat menggunakan simulasi Program Epanet 2.2 untuk memastikan kecepatan aliran air yang optimal. Instalasi mencakup sambungan rumah (SR) yang memungkinkan distribusi air langsung ke rumah-rumah warga, menjangkau sekitar 474 jiwa di RW 4.

Pengelolaan Berkelanjutan oleh BUMDES

PAMDES yang berlokasi di lapangan desa RT 1 RW 3 ini akan diserahkan kepada Pemerintah Desa Tumpangkrasak untuk dikelola oleh Badan Usaha Milik Desa (BUMDES) Maju Sejahtera di bawah kepemimpinan Hery Yudi. Model pengelolaan ini diharapkan dapat menjamin keberlanjutan operasional dan pemeliharaan infrastruktur dalam jangka panjang.

 

Pentingnya Geologi dalam Pemenuhan Kebutuhan Air Masyarakat

Ilmu geologi memainkan peran yang sangat krusial dan fundamental dalam upaya pemenuhan kebutuhan air bersih bagi masyarakat. Pemahaman yang mendalam tentang kondisi geologi suatu wilayah menjadi kunci utama dalam menentukan keberhasilan program penyediaan air bersih, seperti yang telah diimplementasikan di Desa Tumpangkrasak.

Identifikasi Sumber Air Tanah

Kajian geologi memungkinkan para ahli untuk mengidentifikasi dan memetakan keberadaan akuifer (lapisan batuan pembawa air) yang potensial. Melalui analisis struktur geologi, jenis batuan, dan karakteristik hidrogeologi, tim dapat menentukan lokasi yang optimal untuk pengeboran sumur dalam dengan tingkat keberhasilan yang tinggi. Di Desa Tumpangkrasak, pengeboran sumur dalam yang telah dilakukan pada tahun 2024 merupakan hasil dari studi geologi yang komprehensif.

Evaluasi Kualitas dan Kuantitas Air

Pengetahuan geologi membantu dalam memprediksi kualitas air tanah berdasarkan jenis batuan dan mineral yang dilalui air. Selain itu, geologi juga berperan dalam memperkirakan kapasitas dan daya dukung akuifer untuk memastikan keberlanjutan pasokan air dalam jangka panjang. Hal ini sangat penting untuk merencanakan sistem distribusi yang sesuai dengan kemampuan sumber air.

Mitigasi Risiko Geologis

Pemahaman tentang kondisi geologi lokal juga penting untuk mengidentifikasi dan memitigasi potensi risiko seperti penurunan muka air tanah, intrusi air asin di daerah pesisir, atau kontaminasi dari lapisan batuan tertentu. Dengan demikian, sistem pengelolaan air dapat dirancang dengan mempertimbangkan faktor-faktor geologis yang dapat mempengaruhi keberlanjutan dan keamanan pasokan air.

Optimalisasi Desain Infrastruktur

Informasi geologi mendukung perancangan infrastruktur yang tepat, mulai dari kedalaman pengeboran, spesifikasi pompa, hingga sistem distribusi. Dalam kasus Desa Tumpangkrasak, pemahaman kondisi geologi setempat membantu tim ITB dalam merancang sistem PAMDES yang efisien dan sesuai dengan karakteristik geologis wilayah tersebut.

Kontribusi ilmu geologi dalam program pengabdian masyarakat ini menunjukkan bahwa pendekatan berbasis sains kebumian sangat diperlukan untuk mengatasi tantangan penyediaan air bersih secara berkelanjutan. Kolaborasi antara ahli geologi, teknisi, dan masyarakat lokal menjadi kunci keberhasilan program yang memberikan manfaat jangka panjang bagi kesejahteraan masyarakat.

Apresiasi dan Harapan ke Depan

Kepala Desa Tumpangkrasak, Sarjoko Saputro, menyampaikan apresiasi yang tinggi kepada seluruh pihak yang terlibat, khususnya Arif Susanto sebagai Ketua Tim Pengabdian Masyarakat ITB dan Direktorat Pengabdian Masyarakat dan Layanan Kepakaran (DPMK) ITB yang telah mendanai kegiatan ini. Program ini diharapkan menjadi solusi jangka panjang untuk memenuhi kebutuhan air bersih dan air minum bagi masyarakat Desa Tumpangkrasak, sekaligus menjadi model replikasi untuk desa-desa lain di Indonesia.

Hits: 13

EnglishIndonesia