Enter your keyword

Hasil Diskusi Seminar Air Tanah FITB dan PAAI 4 November 2025

Hasil Diskusi Seminar Air Tanah FITB dan PAAI 4 November 2025

Hasil Diskusi Seminar Air Tanah FITB dan PAAI 4 November 2025

Blogpost berikut ini merangkum hasil-hasil dan berbagai catatan yang dihasilkan dari Seminar Air Tanah FITB-PAAI pada tanggal 04 November 2025 di CC Timur, Institut Teknologi Bandung.

Ringkasan paparan para nara sumber

Pertanyaan daring dan jawabannya

Pertanyaan daring

  • Kualitas air seperti apa dari air limbah boleh diresapkan ke dalam tanah sehingga menjadi air tanah? Bila kualitas air limbahnya sudah baik, bukankah mendingan didorong untuk recicle use. Bila kualitas air limbahnya yg diresapkan ke dalam tanah tidak baik bukankah akan mencemari air tanah. Kecuali industry oil dan geothermal yang dimasukan kembali ke aquifer yang sangat-sangat dalam. Terimakasih pencerahannya.
  • Mohon penjelasan tentang mata air yg keluar dari telaga di kaki gunung di daerah kami kalimantan yang tidak ada sistem vulkanik, apakah termasuk air tanah yang berasal dari pegunungan?
  • Mohon tanggapan dari seluruh narasumber (berdasarkan perpektif masing-masing),
    • bagaimana dengan kasus AQUA yang disidak KDM ?. Aqua ternyata LAIN IKLAN – LAIN FAKTA. Untuk kasus ini saya berpendapat Kita kecolongan ! (
    • Dimana koordinasi antar kementerian dan regulasi, terkait rencana pemanfaatan Air Tanah Dalam (bor) untuk oplah & pencetakan sawah besara-besaran oleh kementerian pertanian?
  • Terkait tata kelola air tanah, PT TIV bekerjasama dengan Univ. Montpellier (Perancis) dan UGM setelah melakukan penelitian air tanah di CAT Pasuruan Bag. Barat menghasilkan kesimpulan bahwa telah terjadi kecenderungan deficit groundwater balance. Hal ini telah didesiminasikan pada bulan Oktober 2024 lalu. Namun hingga saat ini belum ada tindakan yang nyata dari para pihak, kecuali penggalakkan keterlibatan industri untuk menerapkan konservasi di daerah DAS Hulu melalui Program PJLH oleh DLH Kab. Pasuruan. Siapa yang lebih bertanggungjawab dalam menata dan mengelola air tanah ini, sehingga kondisinya kembali pada neraca normalnya, terutama setelah PT TIV berkontribusi secara signifikan dalam menyampaikan hasil riset ini?
  • Bagaimana dengan system akuifer non vulkanik, yang tentunya secara kuantitas dan kualitas berbeda dan secara geologi dengan batuan dasarnya adalah batuan asam.

Jawaban

<sedang disusun>.

Hits: 42

No Comments

Post a Comment

Your email address will not be published.

EnglishIndonesia