Enter your keyword

Evaluasi Benchmarking Program Studi S2 Sains Kebumian dengan Institusi di Indonesia dan Asia Tenggara

Evaluasi Benchmarking Program Studi S2 Sains Kebumian dengan Institusi di Indonesia dan Asia Tenggara

Evaluasi Benchmarking Program Studi S2 Sains Kebumian dengan Institusi di Indonesia dan Asia Tenggara

Konteks Perkembangan Program Studi (2021-2025)

Program Studi S2 Sains Kebumian menunjukkan pertumbuhan yang konsisten dalam beberapa indikator kunci. Produktivitas publikasi ilmiah meningkat dari 32 artikel pada 2022 menjadi 45 artikel pada 2024, dengan peningkatan proporsi publikasi di jurnal Q1 dan Q2. Kepuasan mahasiswa terhadap kualitas pembelajaran juga menunjukkan tren positif, dengan skor EDOM meningkat dari 3.0 menjadi 3.4.

Posisi Relatif terhadap Program Sejenis

Berdasarkan perkembangan yang dicapai, Program Studi berada pada posisi yang kompetitif namun masih memiliki ruang untuk peningkatan:

  • Produktivitas Publikasi: Dengan 45 artikel pada 2024, termasuk 18 artikel di jurnal Q1 dan Q2, produktivitas ini setara dengan program-program sains kebumian di universitas riset nasional terkemuka. Namun, masih di bawah beberapa program unggulan di Singapura dan Malaysia yang mencapai 60-80 artikel per tahun.
  • Kolaborasi Internasional: Kerjasama dengan 8 institusi internasional menunjukkan jejaring yang berkembang, meskipun belum seintensif program-program di NUS atau Universiti Malaya yang memiliki 15-20 kolaborasi aktif.
  • Kualitas Pembelajaran: Skor EDOM 3.4 dari skala 4 menunjukkan kepuasan mahasiswa yang baik, sebanding dengan rata-rata program doktoral di Indonesia, namun masih ada ruang perbaikan dalam variasi metode pembelajaran dan integrasi teknologi.
  • Hibah Penelitian: Perolehan 12 hibah penelitian dari berbagai sumber termasuk RISPRO LPDP dan World Bankmenunjukkan daya saing yang solid, setara dengan program-program di ITB, IPB, dan UGM.

Area yang Memerlukan Penguatan

  • Sistem pengukuran capaian pembelajaran (CPMK dan CPL) yang lebih terstruktur dan terotomatisasi
  • Penguatan infrastruktur digital untuk pembelajaran jangka panjang
  • Integrasi yang lebih kuat antara penelitian, pembelajaran, dan pengabdian masyarakat

Kesimpulan

Program Studi S3 Sains Kebumian berada pada jalur yang baik dengan pertumbuhan konsisten dalam berbagai indikator. Posisinya kompetitif di tingkat nasional dan dapat dibandingkan dengan program-program sejenis di universitas riset Indonesia. Untuk meningkatkan daya saing regional di Asia Tenggara, diperlukan fokus pada peningkatan kuantitas dan kualitas publikasi internasional, perluasan kolaborasi riset, dan penguatan sistem penjaminan mutu pembelajaran.

Hits: 2

No Comments

Post a Comment

Your email address will not be published.

EnglishIndonesia