Pengembangan Kompetensi Dosen Non Tugas Belajar
Catatan Dari Paparan Kemendiktisaintek tanggal 15 Januari 2026.
https://www.youtube.com/live/U3sPBACdkqs?si=dFD7p6FK2co1vJ50
Konteks: Walaupun yang dibahas adalah dosen ASN, tapi impelementasinya di ITB pasti akan mencakup dosen Non-ASN juga.
Pengembangan Kompetensi WARGA FITB (1)
Oleh: Dasapta Erwin Irawan (WDS FITB 2025-2030)
KONTEKS
ASN ADALAH mesin besar di belakang layanan publik
Per 1 Januari 2026, Indonesia ditopang oleh sekitar 6,5 juta Aparatur Sipil Negara yang tersebar dari pusat hingga pelosok daerah. Rasio sekitar satu ASN untuk lebih dari empat puluh penduduk menunjukkan betapa padatnya beban layanan yang harus dipegang setiap pegawai, mulai dari mengajar, mengurus administrasi, hingga menjadi garda depan penanggulangan bencana dan layanan kesehatan.[bkn.go]

Dari sisi status kepegawaian, wajah ASN tidak lagi identik dengan PNS saja. Proporsi PPPK—termasuk skema paruh waktu—terus membesar dan mengisi celah kebutuhan layanan yang selama ini sulit dipenuhi formasi PNS. Pergeseran ini memperlihatkan bagaimana negara mencoba membuat birokrasi lebih fleksibel, meski di sisi lain memunculkan diskusi baru soal kepastian karier dan skema jaminan sosial bagi pegawai non‑PNS.[jpnn]
Birokrasi yang berpusat di daerah
Mayoritas ASN bekerja di instansi daerah, sementara instansi pusat hanya memegang porsi minoritas. Artinya, kualitas interaksi warga dengan negara sangat ditentukan oleh kinerja ASN di pemda: guru di sekolah negeri, tenaga kesehatan di puskesmas, staf kecamatan, sampai petugas teknis lapangan.[lppm.metrouniv.ac]
Dalam konteks pembangunan, sebaran seperti ini ibarat sistem sungai: hulu kebijakan memang di pusat, tetapi debit layanan publik justru mengalir deras di daerah. Jika daerah kekurangan kompetensi atau mengalami beban kerja yang timpang, “banjir masalah” birokrasi akan langsung dirasakan warga sebelum sempat direspons oleh kementerian atau lembaga pusat.[news.detik]
Dominasi perempuan dan generasi produktif
Data BKN beberapa tahun terakhir sudah menunjukkan bahwa ASN perempuan sedikit lebih banyak daripada laki‑laki, dan pola ini tercermin kembali di infografis. Ini tidak hanya soal angka, tetapi juga menandai pergeseran budaya organisasi: semakin banyak perempuan yang berada di posisi strategis, baik di jabatan fungsional maupun struktural.[bkn.go]
Dari sisi umur, birokrasi kini didominasi Gen X dan terutama generasi Y/Milenial, sementara Baby Boomers tinggal sangat sedikit dan Gen Z baru mulai masuk. Kombinasi ini menarik: Gen X membawa pengalaman panjang mengelola sistem yang “analog”, sedangkan generasi Y dan Z datang dengan harapan digitalisasi, transparansi, dan fleksibilitas kerja yang lebih tinggi. Jika tidak diolah dengan baik, perbedaan gaya kerja antargenerasi ini bisa menjadi sumber friksi; tetapi jika dikelola, bisa menjadi akselerator reformasi birokrasi.[instagram]
Dari struktural ke fungsional: birokrasi sebagai “mesin keahlian”
Salah satu pesan paling kuat dari slide adalah dominasi jabatan fungsional dibanding struktural. Guru, dosen, tenaga kesehatan, dan fungsional teknis lainnya membentuk mayoritas ASN, sementara jabatan struktural hanya sebagian kecil dari keseluruhan. Ini menggeser imajinasi lama bahwa karier ASN hanya sah bila “naik ke kursi struktural”.[lppm.metrouniv.ac]
Dengan konfigurasi seperti ini, birokrasi seharusnya lebih mirip laboratorium besar: mesin berjalan jika keahlian spesifik para fungsional benar‑benar diberdayakan, bukan sekadar terjebak dalam rapat dan laporan. Tantangannya, berbagai regulasi dan sistem penilaian kinerja masih sering menomorsatukan aspek administratif dibanding dampak substantif, sehingga potensi besar tenaga fungsional belum sepenuhnya menjadi energi gerak perubahan.[news.detik]
Tantangan: regenerasi, kesejahteraan, dan kualitas layanan
Melihat struktur usia, regenerasi ASN sebenarnya sedang berlangsung, tetapi belum sepenuhnya menjawab isu klasik: ketimpangan sebaran keahlian antarwilayah dan kualitas layanan yang belum merata. Di beberapa pemda, kekurangan ASN muda di daerah terpencil menyebabkan beban kerja menumpuk pada sedikit pegawai, sementara di kota besar terjadi penumpukan tenaga fungsional tertentu.[jpnn]
Di saat yang sama, diskusi publik tentang gaji, tunjangan kinerja, dan skema pensiun ASN terus menguat. Tanpa penataan yang adil dan berkelanjutan, birokrasi berisiko menjadi “akuifer yang tertekan”: tampak stabil di permukaan, tetapi menyimpan tekanan tinggi di bawah berupa ketidakpuasan, burnout, dan kesenjangan kesejahteraan antarjenis pegawai. Reformasi sistem imbalan dan perlindungan sosial menjadi kunci agar 6,5 juta lebih ASN ini bisa benar‑benar menjadi tulang punggung pelayanan publik yang profesional.[bloombergtechnoz]
Hits: 1
No Comments