Inovasi Baru Mengalir ke Ujung Samudra di Desa Malakoni, Pulau Enggano
Inovasi Baru Mengalir ke Ujung Samudra di Desa Malakoni, Pulau Enggano
Pulau Enggano – Wajah Desa Malakoni di Pulau Enggano kini perlahan berubah, memiliki warna baru yang membawa harapan bagi masyarakatnya. Di balik tenangnya riak air di Pantai Be’Wa dan kesibukan dermaga pelabuhan, kini hadir teknologi yang dibawa jauh dari laboratorium kampus ITB Cirebon oleh tim gabungan dalam program Sinergi ITB-UNIB. Ini bukan sekadar bantuan sosial biasa atau seremonial sesaat; kehadiran tim ini membawa misi besar berupa transfer ilmu pengetahuan bagi masyarakat yang hidup di salah satu garis terdepan Nusantara.

Program bertajuk “SINERGI ENGGANO” ini merupakan bagian dari agenda Pengabdian Masyarakat Wilayah 3T (Terdepan, Terluar, Tertinggal) di bawah naungan Direktorat Pengabdian Masyarakat dan Kepakaran (DPMK) ITB. Dengan dukungan dari LAPI ITB melalui kontrak nomor 8393/IT1.B07.5/TA.01/2025, kegiatan lintas tahun ini mencapai titik puncaknya pada Februari 2026.
Perjuangan di Balik Layar
Langkah tim di tanah Enggano tidaklah instan. Jauh sebelum tim besar mendarat, sebanyak 10 personel tim pendahulu telah tiba sejak Kamis, 5 Februari 2026. Mereka adalah para pejuang di balik layar yang memastikan setiap logistik, komponen sensor sensitif, hingga material bangunan siap tersedia. Di wilayah dengan keterbatasan fasilitas seperti Enggano, ketelitian tim pendahulu menjadi fondasi krusial sebelum seluruh tim bergerak serentak sejak Rabu, 11 Februari 2026.

Sentuhan Teknologi: Dari Darat hingga Bawah Laut
Setiap jengkal kegiatan dilakukan dengan presisi tinggi. Di darat, tepatnya di area Kantor Desa Malakoni, kini telah berdiri unit pembakar sampah (insinerator). Kehadirannya menjadi jawaban atas persoalan limbah domestik yang selama ini menghantui keasrian wilayah kepulauan.
Bergeser ke arah laut, di Pelabuhan Malakoni, kini berdiri tegak perangkat MAWAS (Maritime Automatic Weather Station). Perangkat pintar ini merupakan buah riset inovasi yang didanai oleh Direktorat Riset dan Inovasi (DRI)-ITB tahun 2025. Sebagai “mata” bagi nelayan dan otoritas pelabuhan, MAWAS mengirimkan data cuaca maritim secara real-time yang dapat diakses langsung oleh publik. Kehadirannya diharapkan mampu meminimalisir risiko kecelakaan laut akibat cuaca ekstrem yang seringkali tak terduga di tengah samudra.

Tak berhenti di permukaan, tim juga merambah hingga ke dasar laut. Penyelaman teknis untuk pemeriksaan terumbu karang (coral reef check) dilakukan di area Dermaga Malakoni dan Pantai Be’Wa. Data kondisi bawah laut ini kemudian disinergikan dengan pengambilan citra udara melalui drone, memberikan gambaran spasial yang komprehensif bagi pengembangan pariwisata berkelanjutan demi meningkatkan taraf hidup warga.
Edukasi dan Komitmen Keberlanjutan
Sisi edukasi menjadi napas yang menghidupkan program ini. Dari bangku sekolah di SMAN 6 Bengkulu Utara hingga diskusi hangat di tingkat akar rumput bersama Kelompok Masyarakat Pengawas (Pokmaswas) Malakoni dan Malakoni Diving Center, ilmu pengetahuan dibagikan secara inklusif.

Kegiatan yang dimotori oleh Dr. Iwan P. Anwar dari Oseanografi ITB bersama Mukti Dono Wilopo, M.Si. dari Ilmu Kelautan UNIB ini menekankan pada satu titik penting: keberlanjutan. Bagi Dr. Iwan, tuntasnya kegiatan puncak di lapangan bukanlah akhir dari cerita.
“Hubungan antara tim pengabdian masyarakat dengan mitra strategis—Pemerintah Desa, Pokmaswas, dan komunitas lokal—akan terus berlanjut. Ini adalah komitmen kami untuk memastikan inovasi yang dihasilkan di kampus tidak berhenti sebagai prototipe di laboratorium, melainkan bertransformasi menjadi solusi nyata yang berkelanjutan bagi masyarakat,” tegas Dr. Iwan di sela-sela sosialisasi kepada warga penerima manfaat.

Melalui Sinergi Enggano, potret pengabdian masyarakat di wilayah 3T kini naik kelas. Ia tidak lagi dipandang sebagai sekadar pemberian bantuan, melainkan sebuah proses pemberdayaan yang membekali masyarakat terluar dengan teknologi dan pengetahuan agar mereka mampu mandiri menjaga lingkungan dan berdaulat atas kekayaan alamnya sendiri.
Hits: 5
No Comments