Enter your keyword

Evaluasi Renstra FITB 2021-2025

Evaluasi Renstra FITB 2021-2025

Evaluasi Renstra FITB 2021-2025

Ringkasan Eksekutif Evaluasi

Periode: 2021-2025

Tingkat Ketercapaian Umum: 85%

Status: Sebagian besar target strategis tercapai dengan beberapa area memerlukan perbaikan

Highlights Pencapaian

  • Pendidikan: Program studi terakreditasi internasional meningkat signifikan.
  • Penelitian: Output publikasi dan sitasi menunjukkan pertumbuhan solid.
  • Kemahasiswaan: Prestasi mahasiswa tingkat internasional melampaui target.
  • Kerjasama: Kemitraan strategis berkembang baik.
  • Tata Kelola: Sistem pengelolaan SDM dan keuangan mengalami modernisasi.

Peta Evaluasi Ketercapaian per Sasaran Strategis

SS 1: Terwujudnya Lulusan yang Berkualitas dan Berdaya Saing

Tingkat Ketercapaian: 87%

Indikator Target 2025 Realisasi 2025 % Capaian Status
Jumlah prodi terakreditasi internasional 5 prodi 4 prodi 80% ⚠️ Perlu percepatan
Persentase lulusan bekerja/studi lanjut <6 bulan 85% 88% 103% ✅ Melampaui target
IPK rata-rata lulusan S1 ≥3.25 3.31 102% ✅ Tercapai
Lama studi rata-rata S1 ≤4.5 tahun 4.3 tahun 95% ✅ Tercapai
Persentase mahasiswa dengan pengalaman internasional 25% 20% 80% ⚠️ Perlu peningkatan

Analisis:

Lulusan menunjukkan kualitas sangat baik dengan IPK dan masa studi memenuhi target. Akreditasi internasional prodi masih 1 prodi dari target, prioritas untuk periode berikutnya.


SS 2: Terwujudnya Penelitian yang Berkualitas dan Berdampak

Tingkat Ketercapaian: 83%

Indikator Target 2025 Realisasi 2025 % Capaian Status
Jumlah publikasi terindeks Scopus/WoS per dosen 1.8 1.5 83% ⚠️ Perlu peningkatan
H-index institusi FITB 45 42 93% ✅ Mendekati target
Jumlah sitasi per publikasi 8.0 6.5 81% ⚠️ Perlu strategi visibilitas
Dana penelitian eksternal (miliar Rp) 25 M 21 M 84% ✅ Cukup baik
Jumlah paten/HKI terdaftar 30 24 80% ⚠️ Perlu dukungan legal
Kerjasama penelitian internasional aktif 40 35 88% ✅ Berkembang baik

Analisis:

Output penelitian solid namun perlu strategi untuk meningkatkan produktivitas publikasi dan dampak sitasi. Program DdM (Duduk dan Menulis) menjadi kunci strategis untuk periode mendatang.


SS 3: Terwujudnya Pengabdian kepada Masyarakat yang Berdampak

Tingkat Ketercapaian: 82%

Indikator Target 2025 Realisasi 2025 % Capaian Status
Jumlah program pengabdian berbasis riset 35 29 83% ⚠️ Perlu integrasi riset-abdimas
Mitra pengabdian strategis (pemerintah/industri) 25 22 88% ✅ Berkembang baik
Publikasi hasil pengabdian 20 15 75% ⚠️ Perlu dokumentasi lebih baik
Program pengabdian dengan dampak terukur 80% 68% 85% ✅ Cukup baik

Analisis:

Kemitraan dengan ATR/BPN, BNPB, dan industri (PT Tirta Investama, Comnav Ltd) menunjukkan relevansi tinggi. Diperlukan sistem dokumentasi dan publikasi hasil pengabdian yang lebih sistematis.


SS 4: Terwujudnya Kemahasiswaan yang Berprestasi dan Berkarakter

Tingkat Ketercapaian: 88%

Indikator Target 2025 Realisasi 2025 % Capaian Status
Prestasi mahasiswa tingkat internasional 15 prestasi 18 prestasi 120% ✅ Melampaui target
Prestasi mahasiswa tingkat nasional 40 prestasi 36 prestasi 90% ✅ Tercapai
Partisipasi mahasiswa dalam organisasi 70% 64% 91% ✅ Tercapai
Program pengembangan karakter mahasiswa 12 program 10 program 83% ✅ Cukup baik
Indeks kepuasan mahasiswa ≥4.0/5.0 3.9/5.0 98% ✅ Mendekati target

Analisis:

Mahasiswa FITB menunjukkan prestasi luar biasa terutama di kompetisi internasional. Perlu penguatan pada program pengembangan soft skills dan wellbeing.


SS 5: Terwujudnya Tata Kelola yang Baik, Bersih, dan Akuntabel

Tingkat Ketercapaian: 85%

Indikator Target 2025 Realisasi 2025 % Capaian Status
Status RB-ZI (WBK/WBBM) WBK Predikat WBK 100% ✅ Tercapai
Skor LKE (Laporan Kinerja) ≥85 83 98% ✅ Mendekati target
Persentase dosen dengan BKD status M 95% 78% 82% ⚠️ Prioritas tinggi
Implementasi HRIS terintegrasi 100% 85% 85% ✅ Dalam proses finalisasi
Tingkat kepuasan stakeholder ≥4.2/5.0 4.0/5.0 95% ✅ Tercapai
Audit keuangan tanpa temuan material Target 100% 100% 100% ✅ Sangat baik

Analisis:

Tata kelola mengalami perbaikan signifikan dengan capaian WBK. Gap kritis: BKD status M hanya 78% vs target 95% – memerlukan intervensi segera melalui asistensi input SIX dan peningkatan awareness dosen.


SS 6: Terwujudnya SDM yang Kompeten dan Berdaya Saing

Tingkat Ketercapaian: 84%

Indikator Target 2025 Realisasi 2025 % Capaian Status
Persentase dosen berpendidikan S3 85% 80% 94% ✅ Mendekati target
Persentase dosen dengan jabatan LK/GB 45% 35% 78% ⚠️ Perlu percepatan
Dosen dengan sertifikasi internasional 30 dosen 24 dosen 80% ⚠️ Perlu program pelatihan
Tenaga kependidikan dengan kompetensi memadai 90% 78% 87% ✅ Cukup baik
Program pengembangan SDM per tahun 20 program 18 program 90% ✅ Tercapai

Analisis:

Kualifikasi dosen S3 meningkat baik. Bottleneck: promosi ke LK/GB terhambat produktivitas publikasi dan aturan promotor utama. Program DdM dan asistensi riset menjadi solusi strategis.


SS 7: Terwujudnya Infrastruktur dan Sarana Prasarana yang Memadai

Tingkat Ketercapaian: 86%

Indikator Target 2025 Realisasi 2025 % Capaian Status
Laboratorium terakreditasi/tersertifikasi 8 lab 7 lab 88% ✅ Hampir lengkap
Ruang kuliah dengan fasilitas modern 90% 80% 89% ✅ Cukup baik
Sistem informasi terintegrasi 100% 88% 88% ✅ Dalam finalisasi
Indeks kepuasan pengguna infrastruktur ≥4.0/5.0 3.7/5.0 93% ✅ Cukup baik

Analisis:

Infrastruktur fisik dan digital berkembang baik. Investasi CORS GNSS (PT Indosurta) dan kerjasama lab menunjukkan komitmen pada fasilitas riset modern.


Analisis Gap Kritis (Areas Below 85%)

🔴 Gap Prioritas Tinggi

1. BKD Status M (78% vs target 95%)

  • Root cause: Keterlambatan input SIX, ketidakpahaman sistem BKD, data tidak akurat
  • Dampak: Dosen TM tidak eligible untuk kenaikan pangkat, tunjangan berisiko
  • Urgensi: Sangat tinggi (window BKD 2-9 Feb 2026 telah berlalu)

2. Jabatan Fungsional LK/GB (35% vs target 45%)

  • Root cause: Produktivitas publikasi belum memadai, persyaratan promotor utama ketat
  • Dampak: Stagnasi karir dosen senior, leadership akademik terbatas
  • Urgensi: Tinggi (terkait daya saing institusi)

3. Publikasi Terindeks per Dosen (1.5 vs target 1.8)

  • Root cause: “No time to write” syndrome, beban administratif tinggi, kurang pendampingan
  • Dampak: H-index stagnan, visibilitas riset rendah, promosi terhambat
  • Urgensi: Tinggi (fundamental untuk SS2 dan SS6)

🟡 Gap Perhatian Sedang

4. Akreditasi Internasional Prodi (4 vs 5 target)

5. HKI/Paten (24 vs 30 target)

6. Sitasi per Publikasi (6.5 vs 8.0 target)

7. Publikasi Hasil Pengabdian (15 vs 20 target)


Rencana Tindak Lanjut 2026-2030

A. Quick Wins (0-6 bulan)

1. Asistensi BKD Intensif

  • PIC: WDS + Tim Tata Usaha
  • Target: 95% dosen status M semester 2 2025/2026
  • Aksi:
    • Sosialisasi ulang alur SIX → PDDIKTI → SISTER
    • Desk help harian selama window BKD
    • Template dan checklist verifikasi data
    • Eskalasi kasus bermasalah ke DPMK ITB
  • Budget: Rp 25 juta (honor asistensi, konsumsi)

2. Percepatan Program “Duduk dan Menulis” (DdM)

3. Finalisasi Akreditasi Internasional 1 Prodi Tersisa

  • PIC: WDA + Kaprodi terkait
  • Target: 5 prodi terakreditasi akhir 2026
  • Aksi:
    • Identifikasi prodi paling ready
    • Task force penyusunan dokumen
    • Peer review dengan prodi terakreditasi
    • Budget alokasi untuk asesor visit
  • Budget: Rp 150 juta

B. Strategic Initiatives (6-12 bulan)

4. Program Akselerasi Kenaikan Jabatan LK/GB

  • PIC: Dekan + SATGAS SDM
  • Target: 40% LK/GB akhir 2026
  • Aksi:
    • Pemetaan dosen eligible untuk promosi
    • Asistensi pemenuhan syarat (publikasi, H-index, buku)
    • Klarifikasi interpretasi aturan promotor utama SA 05/2023
    • Klinik penulisan untuk submission jurnal Q1/Q2
  • Budget: Rp 100 juta
  • Referensi: <mention-page url=Tentang Penulis ke-1>, <mention-page url=Persyaratan menjadi Promotor Utama Program S3 di ITB >

5. Research Visibility & Citation Boost Program

  • PIC: WDS + Research Office
  • Target: Sitasi rata-rata naik ke 7.5/publikasi
  • Aksi:
    • Pelatihan SEO artikel dan media sosial akademik
    • Kewajiban upload ke ResearchGate/Academia.edu
    • Kolaborasi internasional sistematis (co-authorship)
    • Webinar/seminar diseminasi hasil riset
  • Budget: Rp 75 juta

6. Systematic IP Management & Patent Support

  • PIC: Innovation Office + Legal
  • Target: 28 HKI/paten terdaftar 2026
  • Aksi:
    • Asistensi legal drafting paten
    • Subsidi biaya pendaftaran paten
    • Mapping riset berpotensi IP
    • Kerjasama dengan industri untuk commercialization
  • Budget: Rp 120 juta

C. Long-term Transformation (1-2 tahun)

7. Ekosistem Menulis FITB (Writing Ecosystem)

  • Visi: Mengubah “no time to write” menjadi “writing as routine”
  • PIC: Dekanat + KK
  • Aksi:
    • Reduksi beban administratif dosen (delegasi ke tendik)
    • Alokasi 20% waktu dosen untuk riset-menulis (terjadwal)
    • Infrastruktur: writing pods, quiet spaces
    • Kultur: menulis = investasi karir, bukan beban
  • Budget: Rp 200 juta/tahun
  • Referensi: <mention-page url=Memutus Rantai “Tidak Ada Waktu”: Transformasi Ekosistem Menulis untuk Dosen FITB>

8. HRIS & BKD System Integration Full Implementation

9. International Exposure Program untuk Dosen & Mahasiswa

  • PIC: WDA + International Office
  • Target: 30% mahasiswa dengan pengalaman internasional
  • Aksi:
    • Skema mobility grants (short course, conference, research visit)
    • Kerjasama university network (European, Asian, Australian)
    • Virtual international classroom
    • Joint degree/double degree programs
  • Budget: Rp 500 juta/tahun

10. Documentation & Publication of Community Service Impact


D. Governance & Continuous Improvement

11. Monitoring & Evaluation System

  • Framework: Dashboard real-time dengan traffic light indicators
  • Frekuensi review: Quarterly (Senat FITB)
  • PIC: Dekan + WDS
  • Tools:
    • KPI dashboard per Sasaran Strategis
    • Early warning system untuk indikator <80%
    • Corrective action protocol
  • Referensi: <mention-page url=Draf Laporan Senat FITB> (Laporan Senat FITB)

12. Budgeting & Resource Allocation

  • Total budget kebutuhan 2026: Rp 1.58 miliar
  • Sumber pendanaan:
    • DIPA ITB alokasi FITB: 60%
    • Dana PPMI FITB 2026: 25%
    • Kerjasama industri (cost-sharing): 15%
  • Prioritas: Quick wins (items 1-3) dialokasikan terlebih dahulu

Timeline Implementasi 2026

Q1 2026 (Feb-Apr):

  • ✅ Launching program DdM intensif
  • ✅ Asistensi BKD semester 2 2025/2026
  • ✅ Kick-off akselerasi akreditasi internasional

Q2 2026 (Mei-Jul):

  • Program akselerasi LK/GB dimulai
  • Research visibility training
  • HRIS BKD module testing

Q3 2026 (Agu-Okt):

  • Mid-year evaluation capaian
  • IP management workshop
  • International mobility grants round 1

Q4 2026 (Nov-Des):

  • Annual report Renstra 2021-2025 final
  • Preparation Renstra 2026-2030
  • Sustainability planning

Rekomendasi Strategis untuk Pimpinan

Untuk Dekan:

  1. Prioritas absolut: Intervensi gap BKD – ini berdampak langsung pada kesejahteraan dosen dan reputasi institusi
  2. Komitmen budget: Alokasi Rp 1.58 M untuk tindak lanjut adalah investasi untuk mencapai target 95%+ pada 2030
  3. Culture change: Dukung ekosistem menulis sebagai transformasi kultur, bukan hanya program teknis
  4. Delegasi: Bentuk task force per gap kritis dengan PIC jelas dan akuntabel

Untuk WDS:

  1. Lanjutkan momentum program DdM – ini kunci untuk publikasi dan promosi jabatan
  2. Koordinasi ketat dengan DPMK ITB untuk eskalasi masalah sistemik BKD dan HRIS
  3. Monitor dashboard KPI secara real-time, quarterly review dengan KK

Untuk WDA:

  1. Finalisasi akreditasi internasional 1 prodi tersisa – target mid-2026
  2. Desain program international exposure yang sustainable dan scalable

Untuk Senat FITB:

  1. Evaluasi quarterly hasil tindak lanjut
  2. Rekomendasi penyesuaian kebijakan internal jika diperlukan (misal: insentif publikasi, beban administratif)

Kesimpulan

Capaian 85% menunjukkan FITB berhasil menjalankan sebagian besar Renstra 2021-2025 dengan baik. Tiga gap kritis (BKD, jabatan fungsional, publikasi) memiliki root cause yang sama: ekosistem produktivitas riset dan menulis yang belum optimal.

Dengan implementasi 12 inisiatif tindak lanjut secara terstruktur dan termonitor, target 95%+ ketercapaian untuk periode berikutnya sangat realistis.

Key success factors:

  • Leadership commitment dan alokasi budget
  • Quick wins untuk momentum
  • Culture transformation melalui program DdM dan reduksi beban administratif
  • Monitoring ketat dengan corrective action cepat

Disiapkan oleh:

Tanggal: 9 Februari 2025

Untuk: Rapat Perumusan Evaluasi Renstra FITB 2021-2025

Hits: 2

No Comments

Post a Comment

Your email address will not be published.

EnglishIndonesia