Enter your keyword

Kolaborasi FITB, FSRD ITB, dan UB Implementasikan WebGIS “SpaceMangrove” dan Pemetaan Foto Udara untuk Ekowisata Perbatasan Kaltara

Kolaborasi FITB, FSRD ITB, dan UB Implementasikan WebGIS “SpaceMangrove” dan Pemetaan Foto Udara untuk Ekowisata Perbatasan Kaltara

Kolaborasi FITB, FSRD ITB, dan UB Implementasikan WebGIS “SpaceMangrove” dan Pemetaan Foto Udara untuk Ekowisata Perbatasan Kaltara

Oleh: Miga Magenika Julian

Tim pengabdian masyarakat dari Institut Teknologi Bandung (ITB) dan Universitas Brawijaya (UB) mengambil peran strategis dalam pengembangan potensi wilayah perbatasan Indonesia-Malaysia. Melalui program Desanesha, tim gabungan FITB, FSRD, dan UB menghadirkan pendekatan berbasis data spasial untuk mendukung pengembangan ekowisata mangrove yang berkelanjutan di Desa Srinanti, Kabupaten Nunukan, pada 5–9 Januari 2026.

Kegiatan ini merupakan kolaborasi lintas disiplin yang berfokus pada pemberdayaan ekonomi lokal melalui potensi ekologis. Dalam sinergi ini, FITB ITB diwakili oleh tim mahasiswa Teknik Geodesi dan Geomatika, yaitu Ichsan Fachri Siroj, Alena Cansery, dan Wulan Larisa Olivia, di bawah bimbingan Miga Magenika Julian, S.T., M.T.. Adapun tim UB, di bawah arahan Esa Fajar Hidayat, S.Kel., M.Si., memegang peran pada aspek legalitas dan tata kelola kawasan dengan memimpin FGD zonasi mangrove serta inventarisasi fasilitas pariwisata yang didukung oleh mahasiswa Ilmu Kelautan UB, Desvi Prasanti. Program ini kemudian dilengkapi oleh Dr. Prima Roza, S.E., M.Ed.Admin. dari FSRD ITB melalui pemberdayaan ekonomi kreatif berupa pelatihan pembuatan konten digital, guna mendorong kemandirian masyarakat dalam mempromosikan potensi ekowisata desa.

Inovasi Spasial: WebGIS dan Pemetaan Udara

Salah satu kontribusi utama FITB dalam kegiatan ini adalah pengembangan infrastruktur data digital berupa Portal WebGIS Srinanti (spacemangrove.vercel.app) (Gambar 1). Sistem ini dirancang untuk mengintegrasikan seluruh data spasial dan biodiversitas desa ke dalam satu platform yang mudah diakses.

Gambar 1. Tampilan antarmuka WebGIS yang memuat data spasial mangrove Desa Srinanti.

Para mahasiswa ini melakukan pemetaan foto udara menggunakan teknologi drone untuk menghasilkan citra resolusi tinggi. Data ini menjadi basis penting dalam perencanaan kawasan wisata yang akurat serta analisis lingkungan yang mendalam.

Data yang terkumpul di dalam WebGIS mencakup informasi spesies mangrove, peta sebaran karbon, serta rencana jalur susur mangrove. “Platform ini diharapkan menjadi basis data pengelolaan dan edukasi lingkungan berbasis digital yang modern bagi Desa Srinanti,” ujar tim pengembang.

Survei Lapangan dan Analisis Lingkungan

Selain pengembangan sistem, tim gabungan juga turun langsung ke lapangan untuk memvalidasi data. Kegiatan diawali dengan Focus Group Discussion (FGD) untuk menyepakati penetapan wilayah pengelolaan mangrove agar tidak terjadi tumpang tindih kewenangan (Gambar 2).

Gambar 2. Suasana diskusi penetapan wilayah pengelolaan bersama warga desa.

Setelah kesepakatan wilayah tercapai, survei susur mangrove dilakukan sepanjang kurang lebih 16 kilometer menyusuri kawasan hutan desa (Gambar 3). Survei ini tidak hanya memetakan jalur, tetapi juga mencakup geotagging spesies mangrove dan pencatatan biodiversitas, termasuk satwa endemik seperti bekantan.

Data hasil survei lapangan tersebut kemudian diolah oleh tim FITB untuk analisis biomassa dan potensi penyerapan karbon. Hal ini krusial untuk menonjolkan nilai “wisata karbon” atau ekowisata berkelanjutan yang memiliki nilai jual tinggi di masa depan.

Gambar 3. Tim melakukan survei susur sungai untuk pemetaan potensi biodiversitas.

Sinergi untuk Wilayah Perbatasan

Program ini mendapat sambutan positif dari pemerintah setempat. Kepala Desa Srinanti, Ibu Rusmini, menegaskan bahwa kawasan mangrove desanya adalah yang terbesar di Kecamatan Sei Menggaris dan memiliki potensi besar. Namun, tantangan aksesibilitas dan fasilitas di wilayah perbatasan masih menjadi kendala.

Oleh karena itu, selain pemetaan oleh FITB, tim dari Universitas Brawijaya (UB) dan FSRD ITB melengkapi program dengan pendataan fasilitas penunjang pariwisata serta pelatihan pembuatan konten digital bagi pemuda desa. Sinergi ini diharapkan membentuk fondasi pengembangan ekowisata yang berbasis data (scientific-based), partisipatif, serta memperkuat ketahanan wilayah perbatasan negara.

Hits: 11

EnglishIndonesia