Enter your keyword

FITB ITB Perkuat Kolaborasi Internasional melalui Summer Course “Resilient Futures: Land, Water, and Disaster Management”

FITB ITB Perkuat Kolaborasi Internasional melalui Summer Course “Resilient Futures: Land, Water, and Disaster Management”

FITB ITB Perkuat Kolaborasi Internasional melalui Summer Course “Resilient Futures: Land, Water, and Disaster Management”

 

Bandung, 2026 – Fakultas Ilmu dan Teknologi Kebumian (FITB) Institut Teknologi Bandung menyelenggarakan Summer Course bertajuk “Resilient Futures: Land, Water, and Disaster Management” sebagai bagian dari (EQUITY) Program – World Class University. Program ini mempertemukan mahasiswa Indonesia dan Jepang untuk belajar bersama mengenai tantangan pengelolaan lahan, air, perubahan iklim, dan kebencanaan.

Summer Course dirancang tidak hanya sebagai kegiatan perkuliahan, tetapi sebagai ruang bagi mahasiswa untuk melihat langsung hubungan antara ilmu kebumian dan persoalan yang dihadapi masyarakat. Kegiatan diawali dengan rangkaian pembelajaran daring selama empat pekan pada Juli 2026. Materi yang diberikan mencakup teknologi geospasial untuk pengelolaan lahan, air, dan risiko bencana; dinamika pesisir dan laut; bahaya geologi dan penurunan muka tanah; serta ilmu iklim untuk membangun masa depan yang lebih tangguh.

Program kemudian dilanjutkan dengan kegiatan lapangan selama delapan hari. Peserta mengikuti kuliah, diskusi, observasi geologi di Museum Geopark Batur, mempelajari pengelolaan air berkelanjutan di Subak Tegalalang, serta mengamati praktik keberlanjutan berbasis masyarakat di Desa Penglipuran. Mahasiswa Indonesia dan Jepang juga bekerja bersama dalam kelompok, berdiskusi, menyusun proyek, dan mempresentasikan hasil kerja mereka pada akhir kegiatan.

Mempertemukan 25 Mahasiswa Indonesia dan Jepang

Summer Course diikuti oleh 25 mahasiswa, terdiri atas 14 mahasiswa Nagoya University, Jepang, 6 mahasiswa ITB, dan 5 mahasiswa Universitas Udayana. Jumlah tersebut melampaui target program, yaitu minimum 20 peserta dengan sedikitnya 10 mahasiswa internasional. Program juga melibatkan Dr. Chun Sohyun dari Nagoya University sebagai narasumber internasional serta para dosen FITB ITB sebagai resource person.

Pertemuan mahasiswa dari tiga universitas ini menjadi bagian penting dari program. Peserta tidak hanya mempelajari persoalan lingkungan dari ruang kelas, tetapi juga bertukar pandangan mengenai bagaimana Indonesia dan Jepang menghadapi perubahan iklim, bencana, serta tantangan pengelolaan sumber daya alam. Melalui kegiatan kelompok dan lapangan, mahasiswa didorong untuk melihat bahwa persoalan lingkungan membutuhkan kerja sama lintas bidang, negara, dan budaya.

Dari Air Bersih hingga Aksi Iklim: Kontribusi terhadap SDGs

Tema yang dipelajari dalam Summer Course berkaitan langsung dengan Sustainable Development Goals (SDGs). Pembelajaran mengenai pengelolaan sumber daya air mendukung SDG 6 – Clean Water and Sanitation, sementara pembahasan mengenai bencana dan ketangguhan wilayah berkaitan dengan SDG 11 – Sustainable Cities and Communities.

Kajian mengenai perubahan iklim, pesisir, dan berbagai risiko yang menyertainya mendukung SDG 13 – Climate Action, sedangkan pembelajaran mengenai pengelolaan lahan dan lingkungan mendukung SDG 15 – Life on Land. Program ini juga menjadi bagian dari SDG 4 – Quality Education karena memberikan pengalaman belajar internasional yang menggabungkan kuliah, diskusi, kerja kelompok, dan pembelajaran langsung di lapangan.

#Summercourse #WCU #ITB #FITB #SDG #SDG6 #SDG11 #SDG13 #SDG15 #SDG4