Meteorologi

Sarjana Meteorologi

http://www.meteo.itb.ac.id/

 “Untuk dua dekade ke depan diproyeksikan akan terjadi kenaikan temperatur bumi sebesar 6.5oC. Kenaikan tersebut akan mengakibatkan semakin seringnya kejadian cuaca ekstrim seperti kekeringan, gelombang panas dan banjir (IPCC, 2007)”.

Program Studi Meteorologi yang didirikan tahun 1998, saat ini merupakan salah satu program studi di Fakultas Ilmu dan Teknologi Kebumian ITB. Sejak dibentuknya sampai sekarang Program Studi Meteorologi ITB merupakan satu-satunya pendidikan di Indonesia yang mengakomodasi dasar-dasar mengenai dinamika cuaca dan iklim di daerah tropis.
Program Studi Meteorologi yang merupakan Program Sarjana dengan masa studi empat tahun akan memberikan pemahaman yang lengkap mengenai sistem cuaca dan iklim bumi mulai dari atmosfer di atas permukaan bumi dan laut hingga lapisan atmosfer atas. Selain itu, program studi meteorologi mempelajari konsepsi cuaca dan iklim secara lengkap serta dampak-dampak perubahan iklim.

Program Studi Meteorologi ITB telah banyak menjalin kerjasama dengan berbagai instansi/institusi pemerintah dan swasta baik dari dalam negeri maupun luar negeri, seperti LAPAN, Badan Meteorologi dan Geofisika, Tohoku University, Universitas Tokyo, PT. Rekayasa Industri, BPPT, Departemen Kelautan dan Perikanan, Kementerian Lingkungan Hidup, Departemen Pertanian, BAPPENAS, LIPI, dll. Serta dengan Lembaga Swadaya Masyarakat seperti WALHI, WWF, Greenpeace dan Pelangi.Isu yang berkembang saat ini menjadi bagian yang dipelajari di program studi meteorologi ini. Diantara isu tersebut adalah perubahan iklim global (global climate change).

Perubahan iklim global terjadi akibat pemanasan global yang terjadi sebagai implikasi dari kenaikan konsentrasi karbondioksida (CO2) di atmosfer. Pemanasan global menyebabkan peningkatan temperatur dan kenaikan muka laut yang merupakan ancaman terbesar di dunia ini.Sejak 400.000 tahun yang lalu, telah diproyeksikan adanya kenaikan temperatur hingga 1,5 (derajat celcius) dan 6,5 (derajat celcius) di masa yang akan datang. Peningkatan temperatur tersebut akan memberikan banyak dampak negatif bagi kehidupan manusia, terutama meningkatnya kejadian cuaca ekstrim seperti badai tropis, gelombang panas di Eropa, kekeringan dan banjir . Proyeksi temperatur ini dikaji dalam beberapa kuliah di program studi meteorologi.

Upaya-upaya mengatasi dampak negatif tersebut akan sangat diperlukan terutama bagi negara kepulauan seperti Indonesia yang sangat rentan terhadap dampak perubahan iklim. Namun, upaya-upaya tersebut baru dapat dilakukan dengan tepat apabila kita memahami sistem iklim bumi secara keseluruhan. Oleh karena itu pemahaman mengenai sistem cuaca dan iklim bumi menjadi sangat penting dan vital.
Program Studi Meteorologi juga mengembangkan pemodelan fisis dan dinamis atmosfer, sehingga memudahkan dalam mempelajari fenomena alam tersebut untuk berbagai kepentingan, baik untuk kepentingan penelitian maupun untuk kepentingan masyarakat dan pembangunan nasional.

IndonesiaEnglish