Bandung Masuk Zona Merah Air Tanah

BANDUNG (26/11) – Air tanah merupakan sumber daya bumi yang sangat penting bagi makhluk hidup. Hanya saja keberadaan air tanah semakin hari kian memprihatinkan.

Bandung saja sebagai kota yang dianugrahi kesuburan masuk ke dalam zona merah dengan kondisi air tanah yang semakin menurun. “Cukup ironis karena Bandung merupakan kota yang subur. Dengan kondisi alam yang baik, seharusnya Bandung tidak perlu kekurangan air tanah. Tapi karena pertumbuhan penduduk dan semakin maju masyarakat, maka kebutuhan airnya pun makin banyak,” ujar Direktorat Jenderal Sumber Daya Air Irigasi dan Rawa Kementerian Pekerjaan Umum Eko Subekti dalam seminar nasional air tanah di Aula Barat ITB, Jalan Ganeca, Kota Bandung, kemarin.

Menurut Eko, kondisi seperti ini bisa membuat sumber konflik baru. Misalnya ada privatisasi air oleh beberapa pihak yang menyebabkan pihak lain kekurangan air. “Kita tahu air merupakan sesuatu yang sangat diperlukan. Kalau tidak ada pengelolaan, air bisa jadi pemicu konflik,” katanya. Kota besar seperti Bandung dan Jakarta memang menjadi kawasan yang rawan krisis air tanah.

Dua sumber air yang mudah dijangkau, kualitasnya sudah jauh menurun. “Air permukaan dan air hujan kualitasnya sudah jelek. Maka, masyarakat memanfaatkan air tanah. Tapi air tanah juga punya keterbatasan, misalnya kadar kapur tinggi,” kata Eko.

Sumber http://www.koran-sindo.com

Berita Terkait

IndonesiaEnglish