Lokasi Jembatan Selat Sunda Rawan Gempa 9 Richter

Rencana pemerintah untuk membangun jembatan terpanjang di Indonesia, yang melewati Selat Sunda, harus melalui banyak pertimbangan.

Pasalnya, hasil riset terbaru yang dilakukan peneliti Indonesia dan Australia menyatakan, kawasan selatan Selat Sunda berpotensi memiliki kekuatan gempa sebesar 9 skala richter.

Menurut Sri Widiyantoro, Profesor Seismologi pertama di Indonesia, untuk membangun jembatan Selat Sunda perlu kerja sama yang solid antara ahli-ahli geoscience kegempaan dan para ahli-ahli teknik sipil (rekayasa).

“Penelitian kegempaan harus dilakukan secara maksimal, dan hasilnya digunakan para ahli rekayasa untuk mendesain bangunan-bangunan yang akan diciptakan,” kata Sri kepada VIVAnews, di Kedutaan Besar Australia, 27 Mei 2013.

Menurut ahli gempa dari ITB, Irwan Meilano, terkait dengan pembangunan jembatan Selat Sunda, tim peneliti kegempaan sudah memberikan informasi terkait potensi gempa kepada ahli-ahli rekayasa untuk merancang jembatan yang tahan gempa.

Informasi potensi kekuatan gempa sangat penting dalam suatu pembangunan. Semisal, dalam pembuatan jembatan yang menghubungkan Pulau Honsu dan Pulau Shikoku di Jepang.

“Para ahli rekayasa di Jepang sudah mendapatkan informasi mengenai gempa. Ketika gempa Kobe terjadi, jembatan itu tidak roboh, karena kekuatannya sudah disesuaikan dengan potensi gempa yang akan terjadi,” jelas Irwan.

Saat ini, tim peneliti masih fokus pada penelitian sumber-sumber gempa yang ada di setiap wilayah di Indonesia.

“Namun, kami tidak bisa memberikan jawaban terhadap berapa kekuatan gempa yang akan terjadi. Itu masih sangat sulit untuk dilakukan,” ujar Irwan.

Sumber http://www.viva.co.id

Berita Terkait

IndonesiaEnglish