Rio Priandi Nugroho dan Fajar Febiani Amanda Wakil FITB di International Earth Science Olympiad (IESO)

IESO pertama kali dilaksanakan di Daegu, Korea Selatan tahun 2007. IESO ke-2 di Filiphina dan IESO yang ke-3 berlangsung di Taiwan. Pada keikutsertaan yang pertama kalinya di Korea Selatan, Indonesia meraih prestasi empat medali perunggu. Sedangkan pada IESO ke-3 di Taiwan, prestasi Indonesia meningkat dengan meraih satu medali perak dan dua perunggu. Tim IESO Indonesia terdiri dari Ardy Ramadhan (SMAN 48 Jakarta), Asri Oktavioni (SMAN 8 Jakarta), Ega Gita Prasastia (SMAN 2 Purwokerto), Fajar Febiani Amanda/16310100 (SMAN 1 Banjarnegara), I Wayan Punia Raharja (SMAN 1 Amlapura), Kamil Ismail (MAN Insan Cendikia Serpong Banten), Mikey (SMAN 1 Pekanbaru), dan Rio Priandri nugroho/16310132 (SMAN 3 Yogyakarta). Sedangkan tim pembina yang akan mendampingi siswa Indonesia adalah Saptono Budi Samodra dari Teknik Geologi UGM, Dr. Hakim L. Malasan dari Astronomi ITB, Joko Wiratmo dari Meteorologi ITB, dan Warsito Atmojo dari Oseanologi UNDIP.

Serangkaian kegiatan pembinaan dan proses seleksi telah diikuti dengan baik oleh siswa Indonesia yang terpilih mewakili Indonesia. Menurut Saptono Budi Samodra, salah satu dosen pembina IESO, para siswa telah berusaha keras untuk dapat menguasai materi, karena hampir semua materi yang diberikan selama pembinaan tidak didapatkan di bangku sekolah. Proses seleksi IESO tahun ini, lanjut Saptono, dilakukan lebih selektif dengan empat kali proses penyaringan. “Pembinaan pertama meyeleksi 32 siswa menjadi 22, lalu menjadi 15 orang, 10 orang, hingga terpilih 8 orang siswa pada seleksi tahap ke IV yang akan menjadi tim Indonesia dalam ajang IESO. Nantinya kedelapan siswa tersebut akan dibagi menjadi dua tim, yakni tim B dan tim A, masing-masing tim sebanyak 4 orang. Tim A adalah tim inti yang akan masuk dalam hitungan perolehan medali, sedangkan tim B hanyalah sebagai tim tamu atau observer,” jelas Saptono.

Kedelapan siswa Indonesia, lanjut Saptono masih akan mengikuti tahap pembinaan terakhir atau proses pemantapan akhir yang akan dilakukan setelah perayaaan Idul Fitri.

Berita Terkait

IndonesiaEnglish