Gua Pawon untuk Pusaka/Warisan Dunia UNESCO

Bandung, fitb.itb.ac.id Berita di minggu ke-3 April 2010 di satu sisi cukup melegakan bahwa Gua Pawon telah diperhatikan pemerintahan pusat, tetapi di sisi lain ada rasa pesimis yang menyelinap: mungkinkah UNESCO menyetujuinya melihat lingkungan sekitar Gua Pawon yang karut-marut-beleketut? Kita lihat saja.

RI Usulkan Gua Pawon Jadi Cagar Alam Dunia

SEPUTAR INDONESIA, Wednesday, 21 April 2010

BANDUNG (SI) – Kementerian Kebudayaan dan Pariwisata telah mengusulkan kepada United Nations Educational, Scientific, and Cultural Organization (UNESCO) agar situs Gua Pawon di Pasir Pawon, Kampung Cibukur, Desa Gunung Masigit,Kecamatan Cipatat, Kabupaten Bandung Barat (KBB) ditetapkan sebagai cagar alam warisan dunia.

Sekretaris Direktorat Jenderal Sejarah dan Purbakala Kementerian Kebudayaan dan Pariwisata Soeroso MP mengatakan, usulan agar Gua Pawon menjadi warisan dunia telah dilayangkan sejak 2009. “Gua Pawon sangat layak menjadi cagar alam warisan dunia karena memiliki berbagai kelebihan. Fosil-fosil penghuni Gua Pawon dinilai langka. Ada pula Karst Citatah,” jelasnya kepada Seputar Indonesia seusai seminar “Pelestarian Kawasan Kota Lama Braga” di Gedung Merdeka, Jalan Asia Afrika, Kota Bandung,kemarin. Dengan ditetapkannya situs Gua Pawon sebagai warisan dunia, pemerintah berharap kepedulian dan pelestariannya tidak hanya datang dari masyarakat Indonesia, melainkan juga dari seluruh dunia.

Sementara itu, sang penemu Gua Pawon, Budi Brahmantyo dari Kelompok Riset Cekungan Bandung (KRCB), kaget mendengar kabar bahwa pemerintah telah mengusulkan situs bersejarah temuannya ke UNESCO sebagai cagar alam warisan dunia.”Wah,saya baru dengar ini,”ungkap Budi ketika dihubungi Seputar Indonesia. Geolog dari Institut Teknologi Bandung (ITB) ini mengaku sangat senang akhirnya Gua Pawon mendapat perhatian penuh dari pemerintah. “Memang sudah sepantasnya,” ujarnya. Dia mengatakan, gua yang terletak di gunung kapur sekitar delapan kilometer dari pintu Tol Padalarang ini bisa jadi merupakan situs purbakala pertama dan paling tua di Jawa Barat. Gua Pawon ditemukan secara tidak sengaja oleh Budi dan temantemannya pada 1999 ketika sedang meneliti endapan danau Bandung purba.

Mereka menemukan artifak yang sempat dipamerkan di Museum Geologi di Jalan Diponegoro Bandung. KRCB kemudian menemukan tengkorak manusia purba yang menghebohkan dunia. Ini adalah temuan manusia purba pertama oleh orang Indonesia dan dalam kondisi masih utuh. (rudini/CR-2)

detikBandung, Selasa, 20/04/2010 18:12 WIB

KRCB Dukung Usulan Gua Pawon Jadi Warisan Dunia

oleh Erna Mardiana

Bandung – Koordinator Kelompok Riset Cekungan Bandung (KRCB) Budi Brahmantyo menyambut baik langkah Kementerian Kebudayaan dan Pariwisata yang telah mengusulkan situs Gua Pawon di Padalarang ke UNESCO agar menjadi salah satu cagar alam warisan dunia.

“Ya bagus sekali, saya mendukung. Karena terus terang, sudah hampir 10 tahun kami berjuang agar Gua Pawon diperhatikan, namun belum mendapatkan perhatian yang lebih,” ujar Budi saat dihubungi detikbandung melalui telepon, Selasa (20/4/2010). KRCB merupakan kelompok yang menemukan pertama kali artefak dan fosil di Gua Pawon.

Namun Budi mengaku tak berharap banyak. Sebab, menurutnya untuk menjadi salah satu cagar alam warisan dunia, persyaratannya sangat ketat. “Kita harus ikuti syarat mereka,” katanya tanpa merinci syaratnya.

Menurut Geolog ITB ini, untuk melindungi Gua Pawon, tidak mesti situs itu menjadi salah satu cagar alam warisan dunia. “Cukup tingkat nasional saja, itu sudah cukup, asalkan diperhatikan,” jelas Budi.

Selama ini, pengelolaan Gua Pawon belum maksimal. “Banyak yang concern, tapi pengelolaannya sama tetap belum mendapatkan perhatian lebih,” ujar Budi.

“Ya tapi mudah-mudahan bisa masuk jadi warisan dunia. Kali saja kalau sudah masuk, dapat perhatian dari pemerintah,” katanya.

Sekjen dari Direktorat Jenderal Sejarah dan Purbakala Kementerian Kebudayaan dan Pariwisata Soeroso M.P mengatakan telah mengusulkan Gua Pawon menjadi salah satu cagar budaya warisan dunia ke UNESCO.

Alasan Gua Pawon ditawarkan menjadi cagar alam dunia adalah karena karst Citatah yang berada di lokasi Gua Pawon memiliki ciri khas karst dari Indonesia. Selain itu fosil penguhuninya dinilai langka.
Sumber : Dr.Ir. Budi Brahmantyo, M.Sc. (Anggota KK Geologi Terapan/ Dosen Teknik Geologi FITB-ITB)
              Blog http://blog.fitb.itb.ac.id/BBrahmantyo

Berita Terkait

IndonesiaEnglish