SMA Se Bandung Raya Bangun Pusat Ilmu Kebumian Kerjasama Dengan FITB

Belasan guru geografi SMA se-Bandung Raya sepakat membuat pusat ilmu kebumian di sejumlah sekolah. Akan ada lima pusat ilmu yang akan dibangun bersama Fakultas Ilmu dan Teknologi Kebumian ITB itu.

Tujuan utama pusat ilmu bumi itu untuk pembelajaran para guru dan agar ada siswa SMA dari Jawa Barat yang bisa ikut olimpiade kebumian internasional.

Menurut Ketua Satuan Tugas Olimpiade Ilmu Kebumian dari ITB Ketut Wikantika, lima pusat ilmu bumi yang akan didirikan di sejumlah sekolah percontohan itu adalah geologi, penginderaan jauh, geodesi, meteorologi, dan kelautan.

ITB akan memberikan akses informasi dan data terkait bidang yang dibangun. “Kami beri software open source berisi ilmu, misalnya penginderaan jauh,” kata Ketut Wikantika di sela rapat pembentukan pusat keilmuan itu di ITB, Selasa (11/8).

Selain itu, ITB akan memberikan pelatihan kepada para guru geografi dan siswa. Kerja sama itu juga rencananya akan melibatkan BMKG Bandung dan Museum Geologi.

Guru Geografi SMAN 1 Ciparay, Bandung, Nurul Huda, mengatakan pusat keilmuan itu penting untuk memicu para guru meningkatkan pengetahuannya. “Pembelajaran yang terpenting,” katanya, Selasa (11/8).

Tujuan lain adalah agar sekolah bisa mengirim siswanya ke ajang olimpiade kebumian internasional.

Dia mengatakan selama ini belum ada prestasi siswa Jawa Barat di ajang itu. Paling tinggi, katanya, di ajang nasional. “Tahun lalu kirim lima orang dan cuma dapat perunggu,” ujarnya.

Ajang internasional yang diincar para guru agar siswanya bisa ikut itu adalah International Earth Science Olympiad dan International Geography Olympiad.

Sumber http://www.tempointeraktif.com/hg/pendidikan/2009/08/11/brk,20090811-191983,id.html

Berita Terkait

IndonesiaEnglish