Geotermal Segera Dieksplorasi

Bandung, fitb.itb.ac.id – Empat perusahaan memenangi tender penambangan panas bumi atau geotermal di Jawa Barat. Keempat perusahaan tersebut diwajibkan segera membentuk konsorsium guna mendapatkan izin usaha pertambangan atau IUP dari Pemerintah Provinsi Jabar.

Keempat perusahaan itu adalah PT Indonesia Power, PT Jasa Sarana, PT Wijaya Karya, dan PT Rekayasa Industri. “Konsorsium Indonesia Power akan mengelola penambangan Tangkubanparahu di Kabupaten Bandung. Konsorsium gabungan antara PT Jasa Sarana dan PT Wijaya Karya akan mengelola wilayah Tampomas di Kabupaten Sumedang. Adapun wilayah Cisolok-Sukarame di Kabupaten Sukabumi akan dikelola konsorsium dari PT Jasa Sarana dan PT Rekayasa Industri,” kata Kepala Dinas Pertambangan dan Energi (Distamben) Jabar Tubagus Hisni, Kamis (6/11) di Bandung, seusai bertemu dengan keempat perwakilan pemenang tender.

Hisni mengatakan, setiap konsorsium wajib membentuk badan usaha yang berbadan hukum, misalnya perseroan terbatas (PT), dalam mengelola wilayah penambangan masing-masing. “Itu untuk memudahkan pertanggungjawaban proyek,” katanya.

Sebelum IUP dikeluarkan, setiap konsorsium diwajibkan menyediakan uang jaminan 10 juta dollar AS yang dimasukkan ke rekening bersama Gubernur. Hal itu guna mencegah jual beli IUP oleh pemenang tender.

Setiap konsorsium pun diberi waktu setahun untuk eksplorasi awal. Bila dalam enam bulan pertama belum juga digarap, konsorsium akan diperingatkan. “IUP perusahaan akan dicabut bila dalam enam bulan kedua belum beroperasi,” ujar Hisni.

Sementara itu, perusahaan pemenang tender menyatakan siap memenuhi syarat-syarat tersebut. Mereka juga telah menyiapkan dana sekitar 100 juta dollar AS untuk eksplorasi awal.

“Sekitar 10 juta dollar AS-15 juta dollar AS untuk penjajakan eksplorasi, antara lain dengan mengukur potensi panas bumi dan menentukan titik eksplorasi yang berpotensi. Untuk satu lubang diperlukan biaya sekitar 5 juta dollar AS. Sisanya sekitar 80 juta dollar AS untuk eksplorasi dua sampai tiga tahun ke depan,” kata Bakir Pasaman, Vice President Portfolio PT Rekayasa Industri.

Berpotensi

Kesiapan memenuhi syarat-syarat juga dikatakan Kepala Pengembangan Bisnis PT Indonesia Power Antonius RT Hartono. “Dalam waktu dekat kami akan melakukan survei guna mengetahui potensi panas bumi. Hal itu juga akan melibatkan rekanan kami, baik dari dalam maupun luar negeri,” katanya.

Menurut catatan Distamben Jabar, wilayah penambangan Tangkubanparahu memiliki potensi geotermal yang mampu menghasilkan listrik 150 megawatt (MW), sedangkan wilayah Tampomas 50 MW, dan Cisolok-Sukarame 50 MW.

Secara terpisah, Gubernur Jabar Ahmad Heryawan menjanjikan, penambangan panas bumi di tiga wilayah itu tidak akan merusak hutan. “Justru perusahaan akan berupaya menjaga potensi air dengan pohon-pohon yang rimbun sebab sumur panas bumi memerlukan cadangan air yang banyak,” kata Heryawan.

Wilayah penambangan panas bumi itu pun, kata Heryawan, tidak berada di area konservasi. Bila kemudian ditemukan upaya perusakan hutan, Pemerintah Provinsi Jabar berjanji menindak tegas perusahaan penambang.

 Sumber (Http://cetak.kompas.com/jawabarat) Edisi Jumat 07 November 2008

Berita Terkait

IndonesiaEnglish